Berita  

Rangkasbitung Tancap Gas Kejar Target Kinerja dan Serapan Anggaran 2026

Serang, VertaNews.com – Enam bulan pertama tahun 2026 menjadi titik krusial bagi jajaran pemasyarakatan di Banten untuk mengukur capaian sekaligus mengidentifikasi berbagai tantangan yang masih harus diselesaikan.

Dalam forum evaluasi kinerja semester pertama, Lapas Kelas III Rangkasbitung menegaskan komitmennya untuk mempercepat program kerja dan meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Komitmen tersebut disampaikan saat Kepala Lapas Kelas III Rangkasbitung, Muarif Khakim, mengikuti Rapat Analisis dan Evaluasi (Anev) Capaian Kinerja Berdasarkan Perjanjian Kinerja dan Realisasi Anggaran Semester I Tahun 2026 yang digelar Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Banten.

Rapat yang dipimpin langsung oleh Kakanwil Ditjenpas Banten itu dihadiri seluruh kepala Unit Pelaksana Teknis Pemasyarakatan se-Banten dan menjadi forum penting untuk membedah capaian program, realisasi anggaran, serta strategi percepatan target pada semester kedua tahun ini.

Dalam evaluasi tersebut, setiap satuan kerja diminta memaparkan progres pelaksanaan program, tingkat penyerapan anggaran, serta langkah perbaikan yang akan dilakukan untuk mengoptimalkan kinerja organisasi.

Muarif Khakim mengatakan evaluasi berkala menjadi instrumen penting untuk memastikan seluruh program pemasyarakatan berjalan sesuai target dan memberikan hasil yang terukur.

“Anev capaian kinerja dan anggaran ini menjadi momentum bagi kami untuk melakukan evaluasi secara menyeluruh,” Muarif dalam Anev di Kantor Wilayah Ditjenpas Banten, Serang, Rabu (24/6).

“Kami ingin memastikan seluruh program berjalan sesuai perencanaan, target tercapai, dan kualitas pelayanan kepada masyarakat maupun warga binaan terus meningkat,” ujarnya.

Menurut Muarif, rapat evaluasi tidak hanya berfungsi sebagai sarana pelaporan administrasi, tetapi juga menjadi ruang refleksi bagi seluruh jajaran untuk melihat sejauh mana efektivitas program yang telah dijalankan.

Ia menilai capaian kinerja harus selalu dikaitkan dengan dampak nyata yang dirasakan masyarakat, khususnya dalam pelaksanaan tugas pemasyarakatan dan pembinaan warga binaan.

“Kami tidak hanya fokus pada pencapaian angka-angka kinerja. Yang lebih penting adalah bagaimana program yang dilaksanakan benar-benar memberikan manfaat, meningkatkan kualitas pembinaan, serta memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi pemasyarakatan,” Muarif menuturkan.

Semester Kedua Jadi Penentu
Forum evaluasi tersebut juga menyoroti pentingnya optimalisasi serapan anggaran sebagai salah satu indikator keberhasilan pelaksanaan program pemerintah.

Lapas Rangkasbitung menegaskan akan terus melakukan penguatan tata kelola organisasi, meningkatkan efektivitas penggunaan anggaran, serta memastikan seluruh program prioritas Direktorat Jenderal Pemasyarakatan berjalan sesuai target.

Di tengah tuntutan reformasi birokrasi yang semakin kuat, evaluasi semester pertama menjadi pijakan penting untuk memperbaiki kekurangan dan mempercepat capaian pada enam bulan berikutnya.

Bagi Lapas Rangkasbitung, semester kedua tahun 2026 bukan sekadar kelanjutan program, melainkan fase penentuan untuk membuktikan bahwa pemasyarakatan mampu bekerja lebih profesional, akuntabel, dan berorientasi pada hasil.

Dengan evaluasi yang terukur dan komitmen perbaikan berkelanjutan, Lapas Rangkasbitung optimistis dapat mengakselerasi capaian kinerja sekaligus mendukung transformasi pemasyarakatan yang lebih modern dan berdampak bagi masyarakat. (GMO)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *