Depok, VertaNews.com – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Depok terus memperkuat kualitas pembinaan kepribadian melalui pelaksanaan Assessment Pembinaan Kerohanian bagi warga binaan sebagai bagian dari evaluasi berkelanjutan terhadap program pembinaan yang telah dijalankan.
Kegiatan yang berlangsung di Masjid Baiturrahman Rutan Kelas I Depok pada Selasa (22/7) itu menjadi instrumen untuk mengukur perkembangan spiritual, pemahaman keagamaan, perubahan perilaku, serta tingkat partisipasi warga binaan dalam mengikuti berbagai kegiatan pembinaan keagamaan.
Assessment dilakukan melalui wawancara dan pengisian instrumen penilaian oleh petugas pembinaan. Hasil evaluasi tersebut akan menjadi dasar penyusunan program pembinaan yang lebih efektif, terukur, dan sesuai dengan kebutuhan masing-masing warga binaan.
Kepala Rutan Kelas I Depok Agung Nurbani mengatakan pembinaan kerohanian merupakan salah satu pilar utama dalam sistem pemasyarakatan karena berperan membangun karakter, meningkatkan kesadaran diri, serta mempersiapkan warga binaan agar siap kembali menjalani kehidupan di tengah masyarakat.
“Assessment ini menjadi sarana evaluasi untuk mengetahui sejauh mana perkembangan pembinaan yang telah diberikan,” ungkap Agung kepada Jurnalis Mitra Imigrasi dan Pemasyarakatan (JMIP), Sabtu (25/7).
“Dengan hasil evaluasi tersebut kami dapat menyusun program yang semakin tepat sasaran sehingga mampu mendukung perubahan perilaku warga binaan secara berkelanjutan,” ujarnya.
Menurut dia, proses pembinaan tidak berhenti pada pemberian materi keagamaan semata, melainkan harus disertai evaluasi agar perkembangan setiap warga binaan dapat dipantau secara objektif.
Melalui pendekatan tersebut, petugas dapat mengidentifikasi kebutuhan pembinaan lanjutan, sekaligus memastikan setiap program yang dijalankan memberikan manfaat nyata bagi proses pembentukan karakter.
Pelaksanaan assessment berlangsung tertib dan kondusif dengan pendekatan yang humanis. Warga binaan mengikuti seluruh tahapan evaluasi secara aktif sebagai bagian dari komitmen mereka dalam mengikuti proses pembinaan selama menjalani masa pidana.
Agung menambahkan, penguatan aspek spiritual menjadi bekal penting dalam membangun mental, tanggung jawab, serta kesadaran hukum warga binaan sehingga ketika kembali ke masyarakat mereka mampu beradaptasi, hidup mandiri, dan tidak mengulangi pelanggaran hukum.
Program assessment pembinaan kerohanian tersebut juga mencerminkan komitmen Rutan Kelas I Depok dalam menghadirkan sistem pemasyarakatan yang berorientasi pada perubahan perilaku, peningkatan kualitas sumber daya manusia, dan keberhasilan reintegrasi sosial.
Melalui evaluasi yang dilakukan secara berkala, Rutan Kelas I Depok berharap proses pembinaan tidak hanya menghasilkan perubahan selama menjalani masa pidana, tetapi juga mampu melahirkan pribadi-pribadi yang lebih produktif, bertanggung jawab, dan siap memberikan kontribusi positif bagi masyarakat setelah bebas nanti. (GMO)












