Berita  

Lapas Tangerang Peduli Warga Babakan, 250 Sembako Diterjunkan

 

Tangerang, VertaNews.com — Kepedulian tak selalu datang dalam bentuk besar. Di Kelurahan Babakan, Tangerang, 250 paket sembako yang dibagikan Lapas Kelas I Tangerang justru menjadi pintu untuk membangun kedekatan yang lebih luas antara pemasyarakatan dan masyarakat.

 

Bakti sosial tersebut digelar pada Jumat (4/9) di wilayah Kelurahan Babakan yang menjadi desa binaan Lapas Kelas I Tangerang.

 

Bantuan sembako memang menjadi bagian utama kegiatan. Namun, pertemuan itu membawa pesan yang lebih besar: keberadaan lembaga pemasyarakatan tidak seharusnya terpisah dari kehidupan masyarakat di sekitarnya.

 

Sejumlah pejabat Lapas Kelas I Tangerang hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Kepala Subbagian Keuangan, Kepala Seksi Bimbingan Kerja, dan Kepala Seksi Perawatan Narapidana. Mereka juga berinteraksi bersama Lurah, Sekretaris Lurah, serta jajaran Kelurahan Babakan.

 

Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat. Bantuan diserahkan, percakapan terjalin, dan hubungan yang selama ini dibangun melalui program desa binaan kembali diperkuat.

 

Kepala Seksi Perawatan Narapidana Lapas Kelas I Tangerang, Agung Tria Nugraha, mengatakan bakti sosial menjadi salah satu bentuk nyata kehadiran pemasyarakatan di tengah masyarakat.

 

Menurut Agung, tugas pemasyarakatan tidak berhenti pada aktivitas yang berlangsung di dalam lingkungan lapas. Masyarakat sekitar juga memiliki posisi penting dalam membangun ekosistem pemasyarakatan yang humanis.

 

“Pemasyarakatan bukan hanya tentang aktivitas di balik tembok lapas. Masyarakat sekitar juga menjadi bagian penting dalam perjalanan pemasyarakatan,” kata Agung melalui siaran pers kepada Jurnalis Mitra Imigrasi dan Pemasyarakatan (JMIP), Sabtu (4/9).

 

Ia berharap bantuan yang diberikan dapat membantu memenuhi kebutuhan warga, meski nilainya tidak dapat dibandingkan dengan makna kepedulian yang ingin dibangun melalui kegiatan tersebut.

 

Bagi Agung, pertemuan langsung dengan masyarakat juga membuka ruang untuk saling mengenal dan memahami kondisi lingkungan secara lebih dekat.

 

Sebab, hubungan antara lembaga pemasyarakatan dan masyarakat tidak cukup hanya dibangun melalui program formal. Komunikasi dan interaksi langsung dinilai penting untuk melahirkan kepercayaan.

 

“Kami ingin kegiatan ini tidak berhenti pada pemberian bantuan. Yang lebih penting adalah membangun hubungan, mendengar masyarakat, dan menumbuhkan kepercayaan,” ujarnya.

 

Bagi warga Babakan, 250 paket sembako tersebut menjadi bantuan yang memiliki arti tersendiri.

 

Kebutuhan rumah tangga yang terus berjalan membuat bantuan bahan pokok menjadi sesuatu yang langsung dapat dimanfaatkan.

 

Salah seorang warga penerima bantuan, Erna, mengaku bersyukur mendapatkan perhatian dari Lapas Kelas I Tangerang.

 

Menurut dia, paket sembako tersebut membantu meringankan kebutuhan keluarganya.

 

Namun, ada hal lain yang menurutnya tidak kalah penting dari isi paket yang diterima.

 

“Yang kami rasakan bukan hanya bantuan sembakonya, tetapi juga perhatian. Ketika ada yang datang dan peduli, kami merasa tidak berjalan sendiri,” ujar Erna.

 

Ungkapan tersebut menjadi gambaran bahwa sebuah bantuan sederhana dapat memiliki makna yang lebih panjang ketika diberikan dengan kepedulian.

 

Bakti sosial di Babakan menjadi bagian dari upaya Lapas Kelas I Tangerang memperkuat hubungan dengan lingkungan sekitar.

 

Program desa binaan menjadi ruang interaksi yang memungkinkan pemasyarakatan hadir lebih dekat dengan masyarakat.

 

Langkah tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa pemasyarakatan memiliki dimensi sosial yang luas. Ada proses pembinaan warga binaan, tetapi ada pula tanggung jawab untuk menjaga hubungan yang sehat dengan masyarakat.

 

Di tengah kebutuhan masyarakat yang terus bergerak, 250 paket sembako itu akhirnya bukan sekadar barang yang dibawa pulang.

 

Ia menjadi simbol bahwa kepedulian dapat membuka sekat, sementara komunikasi dapat menumbuhkan kepercayaan.

 

Dari Kelurahan Babakan, Lapas Kelas I Tangerang ingin menunjukkan satu pesan sederhana: pemasyarakatan bukan hanya tentang apa yang terjadi di balik tembok, tetapi juga tentang bagaimana keberadaannya memberi manfaat bagi lingkungan di sekitarnya. (GMO)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *