Badung, VertaNews.com – Upaya memperketat pengawasan warga negara asing (WNA) tanpa mengganggu iklim pariwisata membawa Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Bali Felucia Sengky Ratna meraih Anugerah Figur Akselerator Kemajuan 2026.
Penghargaan tersebut diberikan dalam ajang Anugerah Inovasi dan Kontribusi untuk Bali Nusa Tenggara 2026 di Badung, Bali, belum lama ini dan diserahkan langsung oleh Chairman CT Corp Chairul Tanjung.
Felucia dinilai berhasil menghadirkan pendekatan baru dalam pengawasan keimigrasian melalui pembentukan Satgas Dharma Dewata, satuan tugas yang mengintegrasikan patroli lapangan dengan kolaborasi lintas instansi untuk mengawasi aktivitas WNA di berbagai kawasan strategis Pulau Dewata.
Di tengah meningkatnya mobilitas wisatawan mancanegara, Satgas Dharma Dewata menjadi instrumen pengawasan yang tidak hanya berorientasi pada penindakan, tetapi juga mengedepankan pencegahan melalui deteksi dini terhadap potensi pelanggaran keimigrasian.
“Pembentukan Satgas Dharma Dewata merupakan komitmen kami untuk menjaga Bali tetap aman, nyaman, dan tertib sebagai destinasi wisata kelas dunia,” kata Felucia dalam siaran pers, Minggu (5/7).
Menurut dia, pengawasan terhadap orang asing tidak dapat dilakukan hanya oleh Imigrasi. Karena itu, pihaknya membangun kolaborasi dengan pemerintah daerah, aparat penegak hukum, pelaku industri pariwisata, hingga masyarakat untuk menciptakan sistem pengawasan yang terpadu.
“Kami memastikan pengawasan tidak semata-mata berfokus pada penegakan hukum. Yang lebih penting adalah membangun mekanisme pencegahan yang berkelanjutan agar potensi pelanggaran bisa diantisipasi sejak awal,” ujarnya.
Felucia mengatakan transformasi peran Imigrasi di Bali kini jauh melampaui fungsi konvensional sebagai penjaga pintu masuk negara. Imigrasi ikut mengambil peran dalam menjaga kualitas tata kelola pariwisata, sekaligus memastikan keberadaan warga negara asing tetap memberikan manfaat tanpa mengganggu ketertiban umum.
“Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci untuk mendeteksi potensi persoalan yang melibatkan warga negara asing sekaligus memastikan penanganannya dilakukan secara cepat, tepat, dan terukur,” katanya.
Penghargaan yang diterima Felucia menempatkannya sejajar dengan sejumlah tokoh nasional dan pejabat publik yang dinilai memberikan kontribusi nyata terhadap percepatan pembangunan di wilayah Bali dan Nusa Tenggara.
Capaian tersebut juga menjadi pengakuan atas transformasi Direktorat Jenderal Imigrasi dalam membangun sistem pengawasan yang adaptif terhadap dinamika pariwisata internasional.
Melalui Satgas Dharma Dewata, Imigrasi Bali berupaya menjaga keseimbangan antara keterbukaan terhadap wisatawan asing dan perlindungan terhadap keamanan, ketertiban, serta kepentingan nasional.
Model pengawasan kolaboratif yang diterapkan di Bali kini dipandang sebagai salah satu praktik baik dalam tata kelola keimigrasian, terutama bagi daerah tujuan wisata dengan tingkat mobilitas warga negara asing yang tinggi. (GMO)












