Jakarta, VertaNews.com – Lapas Narkotika Kelas IIA Jakarta mulai menerapkan Sistem Monitoring CCTV Terintegrasi sebagai bagian dari transformasi digital di lingkungan pemasyarakatan.
Sistem tersebut memungkinkan seluruh aktivitas pembinaan warga binaan dipantau secara langsung dan terdokumentasi dalam satu jaringan pengawasan terpadu.
Peluncuran sistem dilakukan di Gedung 2 Lapas Narkotika Jakarta, Selasa (23/6).
Program ini diikuti jajaran pegawai serta warga binaan yang terlibat dalam berbagai kegiatan pembinaan kepribadian maupun kemandirian.
Langkah tersebut dilakukan untuk meningkatkan efektivitas pengawasan sekaligus memastikan program pembinaan berjalan sesuai target yang telah ditetapkan.
Kepala Seksi Pembinaan Narapidana dan Anak Didik Lapas Narkotika Jakarta, Nanda Adesaputra, mengatakan sistem baru tersebut dirancang untuk memperkuat kontrol terhadap seluruh aktivitas pembinaan yang berlangsung di dalam lapas.
Menurutnya, petugas kini dapat melakukan pemantauan secara real time terhadap berbagai kegiatan yang diikuti warga binaan tanpa harus bergantung pada pengawasan manual di setiap titik kegiatan.
“Sistem Monitoring CCTV Terintegrasi ini kami hadirkan untuk memastikan setiap program pembinaan berjalan sesuai perencanaan, terpantau dengan baik, dan dapat dievaluasi secara objektif,” Nanda menuturkan.
“Dengan sistem ini, kualitas pembinaan diharapkan semakin efektif dan akuntabel,” tambahnya.
Selain berfungsi sebagai alat pengawasan, sistem tersebut juga menjadi instrumen evaluasi.
Seluruh aktivitas yang terekam dapat digunakan sebagai bahan penilaian terhadap efektivitas program pembinaan yang dijalankan.
Pihak lapas menilai penggunaan teknologi menjadi kebutuhan dalam mendukung pelaksanaan tugas pemasyarakatan yang semakin kompleks. Melalui pemantauan berbasis data dan rekaman visual, proses evaluasi dapat dilakukan lebih terukur dan transparan.
Penerapan CCTV terintegrasi juga diharapkan memperkuat aspek keamanan dan ketertiban di lingkungan lapas.
Potensi gangguan dapat dideteksi lebih cepat, sementara pelaksanaan program pembinaan dapat dipastikan berlangsung sesuai prosedur.
Peluncuran sistem ini menjadi bagian dari upaya modernisasi layanan pemasyarakatan yang saat ini terus didorong pemerintah.
Pendekatan berbasis teknologi dinilai mampu meningkatkan kualitas pengawasan sekaligus mendukung tujuan utama pembinaan, yakni mempersiapkan warga binaan agar lebih siap kembali ke tengah masyarakat.
Bagi Lapas Narkotika Jakarta, inovasi tersebut bukan hanya soal pemasangan perangkat pengawasan, melainkan langkah untuk membangun sistem pembinaan yang lebih terukur, transparan, dan berorientasi pada hasil. (GMO)












