Jakarta, VertaNews.com — Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), mengapresiasi inovasi pelayanan keimigrasian Paspor Minggu Ceria (Pasporia) yang diselenggarakan Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Soekarno-Hatta di kawasan Car Free Day (CFD) Jakarta.
Program yang digelar di Wisma Keiai, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, tersebut menghadirkan layanan paspor akhir pekan bagi masyarakat yang tengah beraktivitas di area CFD.
Saat meninjau langsung lokasi pelayanan, AHY menilai Pasporia merupakan bentuk adaptasi pelayanan publik terhadap pola aktivitas masyarakat perkotaan yang semakin dinamis.
“Saya melihat ini sebagai sebuah inisiatif yang sangat baik. Pasporia memanfaatkan momentum Car Free Day yang setiap pekan dipadati masyarakat. Ketika layanan hadir di lokasi seperti ini, masyarakat bisa langsung mengakses pelayanan tanpa harus mengganggu aktivitas hari kerjanya,” kata AHY dalam unggahan video di akun IG Dirjen Imigrasi, Senin (22/6).
Menurut AHY, pelayanan publik yang efektif tidak hanya diukur dari kecepatan layanan, tetapi juga dari kemampuan institusi untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat.
Ia menilai konsep jemput bola yang dilakukan Imigrasi Soekarno-Hatta menjadi contoh bagaimana birokrasi dapat lebih responsif terhadap kebutuhan warga.
“Ini adalah inovasi yang memberikan manfaat nyata. Masyarakat yang sedang berolahraga, berjalan kaki, atau bersepeda dapat sekaligus mengurus kebutuhan administrasi mereka. Pendekatan seperti ini membuat pelayanan publik menjadi lebih mudah dijangkau,” ujarnya.
AHY juga menyebut inovasi pelayanan berbasis ruang publik perlu terus didorong sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas layanan pemerintah kepada masyarakat.
Sementara itu, Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Soekarno-Hatta, Galih Priya Kartika Perdhana, mengatakan Pasporia merupakan implementasi komitmen “Imigrasi untuk Rakyat” yang berorientasi pada kemudahan akses pelayanan.
Menurut Galih, program tersebut dirancang untuk memberikan alternatif layanan bagi masyarakat yang memiliki keterbatasan waktu pada hari kerja.
“Pasporia menjadi salah satu upaya kami menghadirkan pelayanan yang lebih dekat, fleksibel, dan mudah dijangkau masyarakat. Kami ingin memastikan kebutuhan layanan keimigrasian dapat diakses secara nyaman oleh seluruh warga,” kata Galih.
Selain membuka layanan paspor, kegiatan juga diisi dengan senam bersama yang melibatkan masyarakat dan jajaran Imigrasi Soekarno-Hatta.
Konsep tersebut membuat suasana pelayanan berlangsung lebih terbuka dan interaktif.
Program Pasporia menjadi bagian dari berbagai inovasi yang dikembangkan Direktorat Jenderal Imigrasi dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Kehadiran layanan di tengah aktivitas CFD dinilai mampu menjangkau masyarakat secara lebih luas sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap pelayanan pemerintah.
Bagi masyarakat, layanan ini tidak hanya menawarkan kemudahan administrasi, tetapi juga memberikan fleksibilitas dalam mengatur waktu tanpa harus meninggalkan aktivitas utama pada hari kerja.
Dengan tingginya antusiasme masyarakat dan apresiasi dari pemerintah, Pasporia dinilai menjadi salah satu model pelayanan publik yang menunjukkan transformasi birokrasi menuju layanan yang lebih dekat, cepat, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. (GMO)












