Berita  

Kakanwil Ditjenpas Banten Nilai Jawara Beton Layak Direplikasi Secara Nasional

Tangerang, VertaNews.com – Program pembinaan kemandirian Jawara Beton yang dikembangkan Lapas Kelas I Tangerang mendapat perhatian khusus dari Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Banten.

Kepala Kanwil Ditjenpas Banten Lili menilai program tersebut memiliki potensi besar untuk menjadi model pembinaan warga binaan di tingkat nasional.

Penilaian itu disampaikan Lili saat melaksanakan kegiatan Pembimbingan, Monitoring, Pengendalian, dan Evaluasi (Bintorwasdal) di Lapas Kelas I Tangerang, Sabtu (20/6/2026).

Dalam kunjungannya, Lili meninjau langsung pelaksanaan program Jawara Beton yang menjadi salah satu unggulan pembinaan kemandirian warga binaan.

Ia melihat proses pembinaan, pemberdayaan, hingga hasil produksi yang dikembangkan melalui program tersebut.

Menurut Lili, Jawara Beton menunjukkan bagaimana pembinaan di lembaga pemasyarakatan dapat menghasilkan manfaat yang konkret bagi warga binaan melalui penguasaan keterampilan kerja yang dapat digunakan setelah mereka kembali ke masyarakat.

“Jawara Beton memiliki potensi besar untuk menjadi role model pembinaan kemandirian,” ungkap Lili dalam keterangan pers, Minggu (21/6).

“Hasil monitoring ini nantinya akan kami laporkan dan sampaikan kepada Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan sebagai salah satu program unggulan yang menunjukkan transformasi positif pemasyarakatan,” ujarnya.

Program Jawara Beton dirancang untuk membekali warga binaan dengan keterampilan produktif yang memiliki nilai ekonomi dan relevan dengan kebutuhan dunia kerja.

Melalui pelatihan tersebut, warga binaan tidak hanya mendapatkan pengalaman kerja, tetapi juga kesempatan membangun kemandirian sebagai bekal pasca-pembebasan.

Lili menilai pendekatan yang diterapkan Lapas Kelas I Tangerang sejalan dengan arah transformasi pemasyarakatan yang menempatkan pembinaan sebagai instrumen utama dalam proses reintegrasi sosial warga binaan.

Menurutnya, keberhasilan program tersebut menjadi bukti bahwa lembaga pemasyarakatan dapat berperan lebih luas sebagai pusat pengembangan keterampilan dan pemberdayaan sumber daya manusia.

Selain meningkatkan kompetensi warga binaan, program tersebut juga dinilai mampu membangun budaya produktif selama menjalani masa pembinaan.

Lapas Kelas I Tangerang sendiri terus mengembangkan berbagai program pembinaan yang berorientasi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Jawara Beton menjadi salah satu program yang dinilai berhasil mengintegrasikan aspek pelatihan kerja, pemberdayaan, dan pembentukan karakter dalam satu skema pembinaan berkelanjutan.

Melalui inovasi tersebut, Lapas Kelas I Tangerang berupaya memperkuat peran pemasyarakatan sebagai institusi yang tidak hanya menjalankan fungsi pembinaan, tetapi juga menciptakan peluang bagi warga binaan untuk kembali ke masyarakat dengan keterampilan yang lebih baik.

Apresiasi dari Kakanwil Ditjenpas Banten menjadi sinyal bahwa program Jawara Beton berpotensi menjadi salah satu praktik terbaik dalam sistem pemasyarakatan nasional.

Terutama dalam mendorong lahirnya warga binaan yang lebih mandiri, produktif, dan siap berkontribusi setelah menyelesaikan masa pidananya. (GMO)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *