Tangerang, VertaNews.com – Di tengah stigma bahwa lembaga pemasyarakatan hanya identik dengan hukuman dan pembatasan kebebasan, Lapas Kelas I Tangerang mencoba menghadirkan wajah berbeda.
Sebanyak 100 paket sembako disalurkan kepada warga kurang mampu dan anak yatim piatu di Kelurahan Babakan melalui program bakti sosial yang didanai dari hasil usaha warga binaan.
Bantuan tersebut berasal dari sebagian keuntungan program pembinaan kemandirian yang selama ini dijalankan di dalam lapas.
Hasil karya dan produk warga binaan yang dipasarkan kemudian disisihkan untuk kegiatan sosial sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat sekitar.
Kepala Lapas Kelas I Tangerang, Beni Hidayat, mengatakan kegiatan itu merupakan bukti bahwa program pembinaan tidak hanya bertujuan membentuk warga binaan menjadi pribadi yang lebih baik, tetapi juga mampu memberikan manfaat nyata bagi lingkungan sosial.
“Selama ini banyak masyarakat yang melihat lapas hanya sebagai tempat menjalani hukuman. Padahal di dalamnya terdapat berbagai program pembinaan kepribadian dan kemandirian yang menghasilkan karya produktif,” jelas Beni, Kamis (17/6).
“Sebagian keuntungan dari program tersebut kami kembalikan kepada masyarakat melalui kegiatan sosial,” ucapnya.
Menurutnya, bantuan yang disalurkan memang tidak besar jika dibandingkan kebutuhan masyarakat secara keseluruhan.
Namun, kegiatan tersebut memiliki pesan penting bahwa proses pembinaan di dalam lapas dapat menghasilkan dampak positif yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
Penyaluran bantuan dilakukan secara langsung kepada warga penerima manfaat dan anak yatim piatu di wilayah binaan Kelurahan Babakan.
Jajaran Lapas Tangerang juga menyempatkan berdialog dengan warga untuk mendengar kondisi sosial dan kebutuhan yang dihadapi masyarakat.
Beni menegaskan bahwa paradigma pemasyarakatan saat ini terus bergerak menuju konsep yang lebih humanis dan produktif.
Lapas tidak hanya berfungsi sebagai tempat menjalani pidana, tetapi juga menjadi ruang pembinaan yang menghasilkan nilai sosial dan ekonomi.
“Pemasyarakatan harus memberikan dampak. Ketika warga binaan menghasilkan karya, maka manfaatnya tidak boleh berhenti di dalam lapas,” Beni menuturkan.
“Harus ada nilai yang kembali kepada masyarakat sebagai bagian dari tanggung jawab sosial kami,” tambahnya.
Program pembinaan di Lapas Kelas I Tangerang selama ini mencakup berbagai kegiatan produktif yang melibatkan warga binaan.
Selain memberikan keterampilan kerja, program tersebut juga menjadi sarana membangun mental, tanggung jawab, dan kesiapan mereka untuk kembali ke masyarakat.
Bagi warga Babakan, bantuan sembako tersebut menjadi simbol kepedulian sekaligus mengubah cara pandang terhadap lembaga pemasyarakatan.
Di balik tembok tinggi dan sistem pengamanan yang ketat, terdapat proses pembinaan yang berupaya melahirkan manfaat bagi masyarakat luas.
Kegiatan ini sekaligus mempertegas bahwa hasil pembinaan warga binaan tidak hanya menghasilkan produk, tetapi juga dapat melahirkan kepedulian sosial yang dirasakan langsung oleh masyarakat yang membutuhkan. (GMO)












