Serang, VertaNews.com – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Serang memperketat pengawasan di lingkungan lapas melalui kontrol keliling secara rutin pada area-area yang dinilai rawan.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan kondisi keamanan dan ketertiban tetap terjaga sekaligus mengantisipasi potensi gangguan sejak dini.
Kegiatan pengawasan dilakukan oleh jajaran pengamanan dengan menyisir area brandgang, blok hunian warga binaan, serta sejumlah titik strategis lainnya yang memerlukan perhatian khusus.
Selain memantau situasi keamanan, petugas juga melakukan pemeriksaan sarana pengamanan, mengecek kondisi lingkungan, serta memastikan seluruh aktivitas warga binaan berlangsung sesuai aturan yang berlaku.
Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi deteksi dini yang kini semakin diperkuat di lingkungan pemasyarakatan.
Kepala Lapas Kelas IIA Serang, Riko Stiven, mengatakan pengawasan aktif menjadi salah satu instrumen penting dalam menjaga stabilitas keamanan di dalam lapas.
“Deteksi dini adalah fondasi utama dalam sistem pengamanan pemasyarakatan. Setiap potensi gangguan harus diketahui lebih awal agar dapat dicegah sebelum berkembang menjadi persoalan yang lebih besar,” kata Riko Stiven, Senin (15/6).
Menurutnya, pengamanan lapas tidak hanya bergantung pada respons ketika terjadi masalah, tetapi juga pada kemampuan petugas membaca potensi risiko dan melakukan langkah antisipatif secara cepat.
Kontrol keliling dilakukan secara menyeluruh dengan fokus pada titik-titik yang memiliki tingkat kerawanan lebih tinggi.
Melalui pola pengawasan tersebut, petugas dapat memastikan kondisi fisik lingkungan, sarana keamanan, hingga aktivitas warga binaan tetap berada dalam kondisi terkendali.
Pengawasan juga menjadi bagian dari upaya memperkuat disiplin serta menjaga lingkungan lapas tetap tertib dan kondusif.
Dalam beberapa tahun terakhir, Direktorat Jenderal Pemasyarakatan terus mendorong seluruh unit pelaksana teknis untuk mengedepankan pendekatan deteksi dini sebagai strategi utama pencegahan gangguan keamanan dan ketertiban.
Riko menegaskan bahwa keamanan yang stabil merupakan syarat utama keberhasilan program pembinaan warga binaan.
Tanpa kondisi yang aman dan terkendali, proses pembinaan tidak dapat berjalan secara optimal.
“Kami terus meningkatkan kewaspadaan dan memperkuat pengawasan di seluruh area lapas. Tujuannya bukan hanya menjaga keamanan, tetapi juga memastikan seluruh program pembinaan dapat berjalan dengan baik,” ujarnya.
Hingga pelaksanaan kontrol terakhir, kondisi Lapas Kelas IIA Serang dilaporkan aman dan kondusif.
Tidak ditemukan gangguan keamanan maupun pelanggaran yang berpotensi mengganggu stabilitas lingkungan pemasyarakatan.
Penguatan pengawasan ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen Lapas Serang dalam menjaga keamanan, meningkatkan profesionalisme petugas, dan memastikan sistem pemasyarakatan berjalan sesuai prinsip pembinaan yang aman, tertib, dan berkelanjutan. (GMO)












