Berita  

Lapas Cilegon Salurkan Sembako untuk Panti Asuhan

Cilegon, VertaNews.com — Di tengah citra lembaga pemasyarakatan yang identik dengan pembinaan warga binaan di balik tembok penjara, Lapas Kelas IIA Cilegon memilih menunjukkan wajah berbeda.

Melalui kegiatan bakti sosial, institusi ini turun langsung ke masyarakat dengan menyalurkan bantuan sembako kepada Yayasan Khozinatul Asrori Arrohimi, Kota Cilegon.

Bantuan yang diberikan berupa 25 kilogram beras, 8 kilogram telur, 12 liter minyak goreng, dan 6 dus mi instan. Bantuan tersebut disalurkan untuk membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari penghuni yayasan sekaligus memperkuat kepedulian sosial di lingkungan sekitar.

Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Lapas Cilegon untuk memperluas peran pemasyarakatan, tidak hanya sebagai lembaga pembinaan warga binaan, tetapi juga sebagai institusi yang hadir dan berkontribusi bagi masyarakat.

Kepala Lapas Kelas IIA Cilegon, Raja Muhammad Ismael, mengatakan kegiatan sosial tersebut merupakan bentuk tanggung jawab moral dan sosial yang harus terus dijaga oleh seluruh jajaran pemasyarakatan.

“Kami ingin menunjukkan bahwa pemasyarakatan tidak hanya bekerja di dalam tembok lapas. Kami juga memiliki tanggung jawab untuk hadir di tengah masyarakat dan memberikan manfaat nyata bagi lingkungan sekitar. Kepedulian sosial harus menjadi bagian dari budaya kerja yang terus kami bangun,” ujar Raja, Senin (15/6).

Menurutnya, bantuan yang diberikan mungkin tidak mampu menyelesaikan seluruh kebutuhan penerima, namun diharapkan dapat meringankan beban dan menjadi simbol kuatnya semangat gotong royong.

Pemasyarakatan yang Lebih Dekat dengan Masyarakat
Penyaluran bantuan disambut positif oleh pengurus yayasan yang mengapresiasi perhatian dan kepedulian yang ditunjukkan oleh Lapas Cilegon.

Di tengah berbagai tantangan sosial yang dihadapi masyarakat, langkah tersebut dinilai menjadi contoh bahwa institusi pemerintah dapat hadir tidak hanya melalui pelayanan administratif, tetapi juga melalui aksi nyata yang menyentuh langsung kebutuhan warga.

Raja menegaskan bahwa kegiatan serupa akan terus dilakukan sebagai bagian dari upaya mempererat hubungan antara pemasyarakatan dan masyarakat.

“Kami ingin membangun hubungan yang lebih dekat dengan masyarakat. Pemasyarakatan harus menjadi institusi yang terbuka, humanis, dan mampu memberikan dampak positif, baik melalui pembinaan warga binaan maupun kegiatan sosial yang menyentuh masyarakat secara langsung,” katanya.

Bakti sosial yang dilakukan Lapas Cilegon juga menjadi refleksi dari perubahan paradigma pemasyarakatan yang kini semakin menekankan pendekatan humanis dan kebermanfaatan sosial.

Di saat masyarakat membutuhkan kepedulian dan solidaritas, kehadiran institusi negara melalui kegiatan berbagi seperti ini menjadi pesan bahwa nilai-nilai kemanusiaan tetap menjadi fondasi utama pelayanan publik.

Bagi Lapas Cilegon, bantuan sembako yang disalurkan bukan sekadar paket kebutuhan pokok.

Di baliknya, terdapat pesan bahwa pemasyarakatan tidak hanya berfokus pada pembinaan warga binaan, tetapi juga berupaya menjadi bagian dari solusi sosial bagi masyarakat yang membutuhkan. (GMO)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *