Jakarta, VertaNews.com – Mengurus paspor kini tak lagi harus datang ke kantor imigrasi.
Kantor Imigrasi Kelas I TPI Jakarta Timur membawa langsung layanan pembuatan paspor ke tengah masyarakat melalui program Eazy Paspor yang digelar di kawasan Royal Residence pada 19-20 Mei 2026.
Program jemput bola tersebut menjadi bagian dari strategi Direktorat Jenderal Imigrasi untuk memangkas hambatan layanan publik sekaligus mendekatkan pelayanan keimigrasian kepada masyarakat.
Dalam layanan itu, seluruh proses pengurusan paspor dilakukan langsung di lokasi, mulai dari pemeriksaan dokumen, wawancara, pengambilan foto, hingga perekaman data biometrik berupa sidik jari.
Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Jakarta Timur, Pungki Handoyo, mengatakan Eazy Paspor hadir sebagai jawaban atas kebutuhan masyarakat yang menginginkan layanan cepat, praktis, dan mudah dijangkau.
“Masyarakat tidak perlu lagi menghabiskan waktu untuk datang ke kantor imigrasi. Kami yang hadir langsung ke lokasi pemohon dengan tetap menjaga standar pelayanan dan keamanan dokumen keimigrasian,” kata Pungki Handoyo, Rabu (10/6).
Menurutnya, pelayanan di luar kantor tidak mengurangi kualitas proses pemeriksaan yang menjadi bagian penting dalam penerbitan paspor.
“Semua tahapan tetap dilakukan sesuai SOP. Mulai dari verifikasi berkas, wawancara, hingga pengambilan biometrik. Yang berubah hanya lokasinya, bukan kualitas pelayanannya,” ujarnya.
Sebelum layanan berlangsung, tim Imigrasi Jakarta Timur terlebih dahulu melakukan survei lokasi untuk memastikan kesiapan sarana dan prasarana pendukung.
Langkah itu dilakukan agar seluruh proses pelayanan berjalan lancar dan sesuai standar operasional.
Program tersebut mendapat respons positif dari masyarakat. Sejumlah pemohon mengaku terbantu karena proses pengurusan paspor menjadi lebih sederhana dan efisien.
Selain menghemat waktu perjalanan, warga juga tidak perlu meninggalkan aktivitas sehari-hari untuk mengurus dokumen perjalanan tersebut.
Pungki menegaskan inovasi layanan berbasis jemput bola akan terus diperluas sebagai bagian dari transformasi pelayanan publik yang sedang dijalankan Direktorat Jenderal Imigrasi.
“Kami ingin memastikan layanan keimigrasian semakin dekat dengan masyarakat. Prinsipnya sederhana, pelayanan publik harus mampu mengikuti kebutuhan masyarakat, bukan sebaliknya,” katanya.
Eazy Paspor menjadi salah satu program unggulan Imigrasi dalam mendorong modernisasi layanan publik.
Melalui pendekatan jemput bola, pemerintah berharap akses masyarakat terhadap layanan keimigrasian semakin mudah tanpa mengurangi aspek keamanan, akurasi data, dan kepastian hukum.
Di tengah meningkatnya kebutuhan dokumen perjalanan internasional, model layanan seperti Eazy Paspor dinilai menjadi solusi efektif untuk mempercepat pelayanan sekaligus meningkatkan kepuasan masyarakat terhadap layanan pemerintah. (GMO)












