Bogor, VertaNews.com – Lapas Narkotika Kelas IIA Gunung Sindur mulai mempersiapkan proses pemberian Remisi Khusus Hari Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2026 dengan menggelar pengarahan massal kepada seluruh warga binaan.
Dalam kegiatan yang berlangsung di seluruh blok hunian pada Kamis (4/6), jajaran Lapas menegaskan bahwa remisi bukan sekadar hak administratif, tetapi juga berkaitan dengan rekam jejak perilaku dan kepatuhan warga binaan selama menjalani masa pidana.
Pengarahan dipimpin Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas (KPLP) yang juga menjabat sebagai Pelaksana Harian (Plh.) Kepala Lapas Narkotika Gunung Sindur, Bagus Dwi Siswandono, bersama jajaran pejabat struktural.
“Kami mengingatkan seluruh warga binaan untuk terus menjaga keamanan, ketertiban, serta mematuhi seluruh aturan yang berlaku di dalam lapas,” kata Bagus dalam keterangan pers, Minggu (7/6/2026).
Menurut dia, stabilitas keamanan dan kedisiplinan menjadi faktor utama dalam menciptakan lingkungan pembinaan yang kondusif sekaligus mendukung pemenuhan hak-hak warga binaan sesuai ketentuan yang berlaku.
Selain membahas keamanan, kegiatan tersebut juga diisi sosialisasi mengenai persyaratan Remisi Khusus Hari Kemerdekaan RI Tahun 2026.
Kepala Seksi Bimbingan Narapidana dan Anak Didik (Binadik), Ghaffar Waliyondi, menjelaskan bahwa tidak semua warga binaan secara otomatis memperoleh remisi.
Terdapat sejumlah syarat yang harus dipenuhi, mulai dari berkelakuan baik, tidak melakukan pelanggaran tata tertib, hingga aktif mengikuti program pembinaan yang diselenggarakan lapas.
“Remisi merupakan hak yang diberikan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Karena itu, warga binaan perlu memahami seluruh persyaratan yang berlaku agar proses pengusulan berjalan sesuai aturan,” ujar Ghaffar.
Pengarahan juga menjadi bagian dari upaya penguatan kontrol internal dan komunikasi langsung antara petugas dengan warga binaan.
Dalam kesempatan itu, jajaran Lapas memperkenalkan pejabat struktural yang baru sekaligus menyampaikan berbagai kebijakan pembinaan yang akan dijalankan menjelang peringatan Hari Kemerdekaan RI.
Pihak lapas menilai komunikasi yang terbuka menjadi salah satu instrumen penting untuk menjaga situasi keamanan tetap terkendali dan meminimalkan potensi pelanggaran di dalam lingkungan pemasyarakatan.
Kegiatan berlangsung tertib dan diikuti seluruh warga binaan dari berbagai blok hunian.
Lapas Narkotika Gunung Sindur menegaskan akan terus mengedepankan keseimbangan antara aspek keamanan dan pembinaan, dengan tujuan menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang aman, tertib, serta mendukung proses perubahan perilaku warga binaan sebelum kembali ke masyarakat. (GMO)












