Berita  

Angkutan Sawit KAI Naik 7,78 Persen, Kereta Api Kian Dominan dalam Jalur Ekspor Indonesia

Jakarta, VertaNews.com – PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat pertumbuhan angkutan komoditas perkebunan sepanjang Januari hingga Mei 2026.

Volume angkutan mencapai 268.728 ton, meningkat 7,78 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang tercatat sebesar 249.327 ton.

Kenaikan tersebut didorong oleh meningkatnya distribusi crude palm oil (CPO) dan produk turunan kelapa sawit, yang selama ini menjadi salah satu komoditas ekspor utama Indonesia.

Data itu memperlihatkan semakin besarnya peran kereta api dalam rantai pasok logistik nasional, terutama untuk mendukung pergerakan komoditas dari kawasan produksi menuju industri pengolahan dan pelabuhan ekspor.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan pertumbuhan angkutan perkebunan menjadi indikator meningkatnya kepercayaan pelaku usaha terhadap moda transportasi berbasis rel.

“Komoditas perkebunan memiliki peran strategis dalam perekonomian nasional.

Distribusi yang lancar menjadi faktor penting untuk menjaga keberlangsungan industri dan memperkuat daya saing produk Indonesia di pasar global,” kata Anne dalam keterangan tertulis, Sabtu (6/6).

Sawit Jadi Penopang Utama
Sebagian besar volume angkutan perkebunan yang dilayani KAI berasal dari komoditas sawit.

Komoditas ini memiliki kontribusi besar terhadap aktivitas ekonomi nasional karena terhubung dengan sektor manufaktur, perdagangan, hingga ekspor.

Di wilayah Sumatera yang menjadi pusat produksi sawit nasional, distribusi hasil perkebunan menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga perputaran ekonomi daerah.

Pergerakan komoditas tersebut tidak hanya menopang aktivitas industri, tetapi juga berdampak terhadap penyerapan tenaga kerja dan keberlangsungan berbagai sektor usaha yang bergantung pada rantai pasok perkebunan.

Di tengah meningkatnya kebutuhan distribusi barang dalam jumlah besar, kereta api dinilai menawarkan efisiensi yang lebih tinggi dibandingkan moda transportasi lainnya.

Kapasitas angkut yang besar dalam satu perjalanan memungkinkan distribusi komoditas berlangsung lebih stabil dan terukur.

Selain itu, penggunaan kereta api juga membantu mengurangi kepadatan kendaraan logistik di jalan raya.

Kondisi tersebut menjadikan transportasi berbasis rel semakin penting dalam mendukung kelancaran distribusi komoditas unggulan nasional.

KAI menilai pertumbuhan angkutan perkebunan menjadi sinyal positif bagi penguatan sistem logistik nasional.

Konektivitas antara sentra produksi, kawasan industri, dan pelabuhan ekspor dinilai semakin efektif sehingga mampu mendukung efisiensi distribusi dan memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu produsen komoditas perkebunan terbesar di dunia.

Anne menegaskan KAI akan terus mengembangkan layanan logistik guna mendukung sektor-sektor produktif nasional.

“Kami berkomitmen memperkuat layanan angkutan barang agar distribusi komoditas strategis nasional semakin efisien dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pertumbuhan ekonomi daerah maupun nasional,” ujarnya.

Pertumbuhan hampir 8 persen dalam lima bulan pertama tahun ini menunjukkan bahwa kereta api tidak hanya menjadi sarana transportasi penumpang, tetapi juga semakin berperan sebagai infrastruktur penting dalam menjaga arus perdagangan dan ekspor Indonesia. (GMO)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *