Jakarta, VertaNews.com – Munculnya kabar mengenai kondisi lipoma yang dialami Raffi Ahmad memunculkan banyak pertanyaan di masyarakat mengenai apa sebenarnya lipoma, penyebabnya, hingga apakah kondisi tersebut berbahaya bagi kesehatan.dr. Frengky Dip.Cib.Cid.Cos.Med menjelaskan bahwa lipoma merupakan benjolan lunak yang terbentuk akibat pertumbuhan jaringan lemak di lapisan bawah kulit.
Kondisi ini termasuk salah satu jenis benjolan yang paling sering ditemukan dan pada sebagian besar kasus bersifat jinak.“Lipoma itu adalah benjolan lunak yang disebabkan oleh pertumbuhan jaringan lemak di bawah kulit. Sebagian besar lipoma bersifat jinak dan kemungkinan menjadi ganas atau kanker sangat kecil,” jelas dr. Frengky.
Menurutnya, hingga saat ini penyebab pasti lipoma masih belum diketahui secara pasti. Namun terdapat beberapa faktor yang diduga berhubungan, seperti riwayat genetik atau keturunan, kemungkinan trauma pada area tertentu, hingga faktor gaya hidup dan berat badan, meskipun sebagian masih memerlukan pembuktian ilmiah lebih lanjut.dr. Frengky menjelaskan, secara umum lipoma memiliki karakteristik berupa benjolan yang lunak saat diraba, dapat digerakkan dari jaringan di bawahnya, tumbuh perlahan, serta umumnya tidak menimbulkan rasa nyeri.Lipoma dapat muncul di berbagai bagian tubuh yang memiliki jaringan lemak, seperti punggung, bahu, tangan, kaki, perut, maupun leher.Meski demikian, masyarakat diimbau untuk tidak langsung menganggap semua benjolan sebagai kondisi berbahaya.“Tidak semua benjolan adalah kanker. Ada yang jinak dan ada yang ganas. Yang penting jangan panik, tetapi juga jangan menyepelekan jika benjolan menetap atau terus membesar,” ujarnya.
Ia menjelaskan, apabila benjolan semakin besar, menimbulkan nyeri, mengganggu aktivitas, disertai demam, peradangan, atau mulai menekan saraf, maka pemeriksaan ke dokter—terutama dokter bedah—menjadi langkah yang dianjurkan.
Pemeriksaan dapat dilakukan melalui wawancara medis, pemeriksaan fisik, hingga pemeriksaan penunjang seperti USG, CT scan, MRI, dan bila diperlukan dilakukan biopsi atau pengangkatan jaringan untuk pemeriksaan histopatologi.Terkait penanganan, operasi menjadi salah satu pilihan apabila lipoma mulai menimbulkan keluhan atau diperlukan kepastian diagnosis.“Kalau sudah mengganggu atau muncul gejala, tindakan operasi menjadi salah satu pilihan terbaik karena sekaligus dapat memastikan diagnosis melalui pemeriksaan jaringan,” tambahnya.dr. Frengky juga menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada bukti ilmiah yang cukup kuat bahwa pengobatan oles, pijat, atau ramuan herbal dapat menghilangkan lipoma.Masyarakat tetap dianjurkan menjaga pola hidup sehat, menjaga berat badan ideal, rutin berolahraga, cukup istirahat, serta melakukan pemeriksaan apabila menemukan benjolan yang menetap.












