Berita  

Lapas Cibinong Buktikan Pembinaan Bisa Melahirkan Produk Siap Jual

Cibinong, VertaNews.com – Stigma bahwa lembaga pemasyarakatan hanya menjadi tempat menjalani hukuman perlahan dipatahkan oleh Lapas Kelas IIA Cibinong.

Dari balik tembok pembinaan, lahir sebuah produk kuliner yang kini mulai menarik perhatian publik, Donat Prabudana.

Produk bakery hasil karya warga binaan tersebut tidak hanya mengandalkan rasa, tetapi juga membawa pesan besar tentang perubahan, keterampilan, dan kesempatan kedua bagi mereka yang sedang menjalani masa pidana.

Di tengah upaya pemerintah memperkuat pembinaan kemandirian warga binaan, Donat Prabudana muncul sebagai salah satu contoh nyata bagaimana program pemasyarakatan mampu menghasilkan produk yang memiliki nilai ekonomi dan daya saing.

Kepala Seksi Kegiatan Kerja Lapas Kelas IIA Cibinong, Ratu, mengatakan donat dipilih sebagai produk unggulan karena memiliki pasar yang luas dan proses produksinya dapat menjadi keterampilan yang mudah diterapkan setelah warga binaan kembali ke masyarakat.

“Semua orang mengenal donat dan menyukainya. Selain itu, bahan bakunya mudah diperoleh sehingga keterampilan ini dapat menjadi bekal usaha bagi warga binaan ketika bebas nanti,” kata Ratu, Rabu (17/6).

Tidak sekadar memproduksi makanan, Lapas Cibinong menerapkan standar produksi yang ketat.

Seluruh proses dilakukan secara higienis dengan penggunaan masker, sarung tangan, dan perlengkapan sanitasi lainnya. Produk tersebut juga telah mengantongi sertifikat halal.

Yang menarik, warga binaan yang terlibat dalam produksi tidak hanya memperoleh keterampilan kerja.

Mereka juga mendapatkan premi dari hasil penjualan yang kemudian dikelola melalui sistem tabungan sebagai modal awal ketika kembali ke kehidupan sosial.

Kepala Lapas Kelas IIA Cibinong, Wisnu Hani Putranto, menegaskan bahwa pembinaan yang berhasil harus menghasilkan manfaat nyata bagi warga binaan.

“Kami ingin membangun kepercayaan diri dan kemandirian warga binaan melalui keterampilan yang memiliki nilai ekonomi,” jelas Wisnu di waktu yang berbeda.

“Donat Prabudana adalah bukti bahwa pembinaan di dalam lapas dapat melahirkan produk berkualitas sekaligus membuka peluang hidup yang lebih baik setelah mereka kembali ke masyarakat,” tambahnya.

Menurutnya, konsep pemasyarakatan modern tidak lagi hanya berorientasi pada pembinaan perilaku, tetapi juga pada penciptaan keterampilan yang mampu menjadi bekal masa depan.

Keberhasilan Donat Prabudana menjadi simbol bahwa proses pembinaan dapat menghasilkan karya yang kompetitif.

Di tengah persaingan industri kuliner yang semakin ketat, produk hasil tangan warga binaan ini menunjukkan bahwa kualitas tidak ditentukan oleh tempat seseorang berada, melainkan oleh kesungguhan dalam belajar dan berkarya.

Bagi Lapas Cibinong, setiap donat yang diproduksi membawa makna lebih dari sekadar makanan.

Di balik adonan yang mengembang dan topping yang manis, tersimpan proses panjang pembelajaran, disiplin, dan harapan untuk memulai kehidupan baru.

Donat Prabudana kini menjadi wajah baru pembinaan pemasyarakatan, produktif, bernilai ekonomi, dan mampu mengubah stigma menjadi prestasi.

Sebuah pesan bahwa dari balik jeruji, lahir karya yang siap bersaing di pasar terbuka. (GMO)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *