Berita  

Lapas Gunung Sindur Kirim 250 Set Kandang Ayam ke Madiun dan Pamekasan

Bogor, VertaNews.com – Lapas Narkotika Kelas IIA Gunung Sindur memperkuat program ketahanan pangan nasional di lingkungan pemasyarakatan dengan mengirimkan 250 set baterai kandang ayam ke dua lembaga pemasyarakatan di Jawa Timur, yakni Lapas Pemuda Kelas IIA Madiun dan Lapas Kelas IIA Pamekasan.

Masing-masing unit pelaksana teknis (UPT) menerima 125 set baterai kandang ayam yang dirancang untuk mendukung pengembangan peternakan ayam berkapasitas hingga 1.000 ekor.

Pengiriman sarana peternakan tersebut dilakukan pada 12 Juni 2026 sebagai bagian dari program pembinaan kemandirian warga binaan sekaligus penguatan sektor pangan di lingkungan pemasyarakatan.

Langkah ini menegaskan peran Lapas Gunung Sindur yang tidak hanya menjalankan fungsi pembinaan, tetapi juga menjadi salah satu motor penggerak program produktif yang berdampak langsung terhadap penguatan ketahanan pangan nasional.

Kepala Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP) Lapas Narkotika Gunung Sindur, Bagus Dwi, mengatakan pengiriman fasilitas peternakan tersebut merupakan bentuk kolaborasi nyata antar-UPT Pemasyarakatan dalam membangun kemandirian dan produktivitas warga binaan.

“Program ini bukan sekadar pengiriman sarana peternakan, tetapi bagian dari strategi besar Pemasyarakatan untuk menciptakan warga binaan yang produktif, memiliki keterampilan, serta mampu berkontribusi pada sektor pangan nasional,” jelas Bagus Dwi beberapa waktu lalu.

“Kami berharap fasilitas ini dapat dimanfaatkan secara optimal dan memberikan hasil yang berkelanjutan,” ia menambahkan.

Menurutnya, sektor peternakan memiliki potensi besar sebagai media pembinaan karena mampu memberikan keterampilan praktis yang dapat dimanfaatkan warga binaan setelah kembali ke tengah masyarakat.

Selain menghasilkan produk pangan, program tersebut juga menjadi sarana pembelajaran manajemen usaha, kedisiplinan, tanggung jawab, serta penguatan jiwa kewirausahaan bagi warga binaan.

Pengiriman ratusan set kandang ayam ini sekaligus menjadi bagian dari upaya Direktorat Jenderal Pemasyarakatan dalam mendorong seluruh UPT mengembangkan sektor produktif berbasis ketahanan pangan.

Melalui sinergi antar-lapas, program pembinaan tidak hanya berorientasi pada aspek pembentukan karakter, tetapi juga menghasilkan nilai ekonomi yang nyata.

Dengan kapasitas peternakan yang dapat mencapai 1.000 ekor ayam di masing-masing lokasi, Lapas Pemuda Madiun dan Lapas Pamekasan diharapkan mampu mengembangkan sentra peternakan produktif yang mendukung kebutuhan pangan sekaligus meningkatkan kualitas pembinaan warga binaan.

Program tersebut menjadi bukti bahwa pemasyarakatan terus bergerak menuju model pembinaan yang lebih produktif, mandiri, dan berdampak, sejalan dengan agenda nasional dalam memperkuat ketahanan pangan serta menciptakan sumber daya manusia yang siap kembali berkontribusi bagi masyarakat. (GMO)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *