Berita  

Viral WNI Diduga Dianiaya di Johor, KBRI Turun Tangan: “Kasus Ini Harus Diusut Tuntas”

Jakarta, VertaNews.com — Video dugaan penganiayaan terhadap warga negara Indonesia (WNI) di Johor Bahru, Malaysia, memicu gelombang kemarahan publik dan menjadi sorotan lintas negara.

Menanggapi kasus yang viral di media sosial tersebut, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur memastikan perlindungan terhadap korban telah dilakukan dan mendesak proses hukum berjalan tanpa kompromi.

Duta Besar Republik Indonesia untuk Malaysia, Iman Hascarya Kusumo, menegaskan bahwa kasus yang menimpa pekerja migran Indonesia tersebut telah menjadi perhatian serius pemerintah Indonesia sejak laporan pertama diterima.

“Kami tidak menunggu kasus ini menjadi viral. Begitu laporan masuk, KJRI Johor Bahru langsung bergerak memberikan perlindungan dan pendampingan kepada para korban,” kata Iman dalam pernyataannya, Selasa (16/6).

Menurutnya, laporan resmi diterima KJRI Johor Bahru pada 13 Juni 2026.

Tak lama kemudian, video yang memperlihatkan kondisi korban beredar luas di media sosial dan memicu reaksi keras dari masyarakat Indonesia.

Viralnya rekaman video dugaan kekerasan tersebut membuat perhatian publik tertuju pada nasib para korban. Gelombang desakan agar pelaku diproses hukum pun menguat di berbagai platform digital.

KBRI menilai perhatian masyarakat menjadi faktor penting dalam mempercepat koordinasi dengan berbagai pihak terkait di Malaysia.

“Respons publik menunjukkan kepedulian luar biasa terhadap sesama WNI. Kami berterima kasih kepada masyarakat yang cepat menyampaikan informasi sehingga penanganan dapat dilakukan lebih awal,” ujar Iman.

Ia juga memberikan apresiasi kepada jajaran KJRI Johor Bahru yang dinilai sigap mendampingi korban sejak awal kasus mencuat.

Pemerintah Indonesia memastikan komunikasi intensif terus dilakukan dengan aparat penegak hukum Malaysia guna menjamin penyelidikan berjalan transparan dan profesional.

KBRI Kuala Lumpur menyatakan pihak kepolisian Johor Bahru telah membantu proses penanganan perkara dan berkoordinasi dengan perwakilan Indonesia.

“Kami berharap seluruh fakta dapat terungkap secara jelas dan proses hukum berjalan sesuai ketentuan yang berlaku. Keselamatan warga negara Indonesia adalah prioritas,” tegas Iman.

Di tengah ramainya kasus tersebut, KBRI kembali mengingatkan masyarakat Indonesia agar menggunakan jalur resmi saat bekerja ke luar negeri, khususnya Malaysia.

Menurut Iman, pekerja migran yang berangkat secara prosedural memiliki perlindungan hukum yang lebih kuat dan lebih mudah dijangkau oleh negara ketika menghadapi persoalan.

“Kami terus mengimbau masyarakat agar menggunakan jalur penempatan resmi. Migrasi yang aman adalah kunci agar hak-hak pekerja dapat terlindungi secara maksimal,” katanya.

Ia juga meminta seluruh PMI yang berada di Malaysia untuk segera menghubungi KBRI atau KJRI jika mengalami intimidasi, kekerasan, eksploitasi, maupun persoalan ketenagakerjaan lainnya.

Kasus dugaan penganiayaan ini kembali membuka perhatian terhadap kerentanan sebagian pekerja migran Indonesia di luar negeri.

Rekaman video yang beredar luas memicu simpati publik sekaligus tuntutan agar perlindungan terhadap WNI diperkuat.

KBRI Kuala Lumpur menegaskan akan terus mengawal kasus tersebut hingga proses hukum selesai dan memastikan para korban mendapatkan pendampingan secara maksimal.

“Negara harus hadir ketika warga negaranya menghadapi persoalan. Kami akan terus mengawal kasus ini sampai ada kepastian hukum dan keadilan bagi korban,” kata Iman Hascarya Kusumo. (GMO)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *