Lapas Narkotika Gunung Sindur Libatkan Warga Binaan dalam Senam Massal, Fokus Jaga Kesehatan dan Disiplin
Bogor — Lapas Narkotika Kelas IIA Gunung Sindur menggelar senam sehat yang melibatkan petugas dan warga binaan pemasyarakatan (WBP), Sabtu (6/6/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari program pembinaan yang difokuskan pada peningkatan kesehatan, kebugaran, dan kedisiplinan warga binaan.
Sejak pagi, lapangan utama lapas dipenuhi peserta yang mengikuti senam bersama. Aktivitas olahraga itu tidak hanya dimaksudkan untuk menjaga kondisi fisik, tetapi juga menjadi sarana membangun rutinitas positif selama menjalani masa pembinaan.
Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas (KPLP) sekaligus Pelaksana Harian (Plh.) Kepala Lapas Narkotika Gunung Sindur, Bagus Dwi Siswandono, mengatakan kesehatan fisik memiliki peran penting dalam mendukung keberhasilan program pemasyarakatan.
“Pembinaan yang efektif harus didukung kondisi fisik yang sehat. Karena itu, kegiatan olahraga rutin menjadi salah satu program yang terus kami dorong di lingkungan lapas,” kata Bagus dalam keterangan pers Minggu (7/6/2026).
Menurut dia, senam sehat merupakan bagian dari upaya menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang lebih produktif sekaligus membangun pola hidup sehat bagi warga binaan.
Lapas Narkotika Gunung Sindur menilai olahraga memiliki manfaat ganda. Selain menjaga kebugaran tubuh, aktivitas tersebut juga membantu membangun disiplin, mengurangi tingkat stres, serta meningkatkan semangat warga binaan dalam mengikuti program pembinaan.
Bagus menegaskan bahwa pembinaan di lapas tidak hanya berorientasi pada aspek keamanan, tetapi juga menyentuh pengembangan kualitas hidup warga binaan.
“Kami ingin warga binaan memanfaatkan masa pembinaan dengan kegiatan yang positif. Kesehatan, kedisiplinan, dan semangat untuk berubah menjadi bagian penting dalam proses tersebut,” ujarnya.
Bangun Lingkungan Lapas yang Sehat
Kegiatan berlangsung tertib dan mendapat respons positif dari para peserta. Interaksi antara petugas dan warga binaan dalam suasana olahraga dinilai mampu memperkuat hubungan yang lebih konstruktif di dalam lingkungan lapas.
Pihak lapas berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bagian dari strategi pembinaan modern yang menyeimbangkan aspek kesehatan, keamanan, dan pengembangan karakter.
Melalui program olahraga rutin, Lapas Narkotika Gunung Sindur berupaya membangun lingkungan yang lebih sehat dan kondusif sekaligus mempersiapkan warga binaan agar memiliki kondisi fisik dan mental yang lebih baik saat kembali ke masyarakat.
“Kami ingin lapas menjadi tempat pembinaan yang benar-benar memberi ruang bagi perubahan positif. Salah satunya dimulai dari membangun kebiasaan hidup sehat,” kata Bagus. (GMO)












