Depok, VertaNews.com – Ancaman penyakit menular tidak mengenal batas ruang. Karena itu, Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Depok menggandeng Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok untuk memperkuat kewaspadaan terhadap Hantavirus melalui kegiatan penyuluhan kesehatan yang melibatkan petugas dan warga binaan, Selasa (2/6).
Kegiatan yang berlangsung di Gazebo Kunjungan Rutan Depok itu diikuti 50 peserta yang terdiri dari 25 pegawai dan 25 warga binaan.
Penyuluhan digelar sebagai langkah preventif untuk meningkatkan pemahaman mengenai Hantavirus, penyakit yang dapat menular melalui paparan virus yang berasal dari hewan pengerat.
Mewakili Kepala Rutan Kelas I Depok, Kepala Seksi Pelayanan Tahanan Thowvik Nur Rohman membuka kegiatan sekaligus mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap berbagai potensi penyakit menular di lingkungan pemasyarakatan.
Menurut Thowvik, edukasi kesehatan menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan rutan yang aman dan sehat, terutama di tengah tingginya mobilitas aktivitas penghuni maupun petugas.
Dalam sesi pemaparan, dua narasumber dari Dinas Kesehatan Kota Depok menjelaskan berbagai aspek terkait Hantavirus, mulai dari definisi, penyebab, gejala klinis, hingga mekanisme penyebarannya.
Peserta juga diberikan pemahaman mengenai langkah-langkah pencegahan yang dapat dilakukan melalui penerapan pola hidup bersih dan sehat serta pengendalian lingkungan dari potensi keberadaan tikus sebagai media penyebaran.
Suasana penyuluhan berlangsung interaktif. Sejumlah peserta, baik petugas maupun warga binaan, aktif mengajukan pertanyaan terkait risiko penularan dan upaya perlindungan diri dari penyakit tersebut.
Kepala Rutan Kelas I Depok Agung Nurbani mengatakan kesehatan merupakan salah satu aspek fundamental dalam pelaksanaan pembinaan dan pelayanan pemasyarakatan.
Menurutnya, peningkatan literasi kesehatan menjadi bagian dari strategi membangun lingkungan rutan yang aman, sehat, dan bebas dari risiko penyebaran penyakit.
“Kami tidak ingin hanya bergerak ketika ada masalah kesehatan. Upaya pencegahan harus dilakukan sejak dini melalui edukasi yang berkelanjutan. Dengan pengetahuan yang baik, petugas maupun warga binaan dapat memahami cara melindungi diri dan menjaga lingkungan tetap sehat,” kata Agung kepada wartawan, Rabu (3/6).
Ia menegaskan sinergi antara Rutan Depok dan Dinas Kesehatan Kota Depok menjadi langkah konkret dalam memperkuat sistem deteksi dini terhadap berbagai potensi ancaman kesehatan di lingkungan pemasyarakatan.
“Kesadaran kolektif menjadi kunci utama. Ketika seluruh penghuni rutan memiliki pemahaman yang sama tentang pentingnya kebersihan dan pola hidup sehat, maka risiko penyebaran penyakit dapat ditekan secara maksimal,” ujarnya.
Agung berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkala agar budaya hidup sehat semakin tertanam di lingkungan Rutan Depok.
Melalui kolaborasi tersebut, Rutan Depok berupaya memastikan seluruh penghuni, baik petugas maupun warga binaan, mendapatkan akses edukasi kesehatan yang memadai sebagai bagian dari komitmen menciptakan pemasyarakatan yang humanis, sehat, dan berkelanjutan. (GMO)












