Serang, VertaNews.com – Suasana berbeda mewarnai Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Serang pada Jumat (5/6/2026).
Di tengah rutinitas pembinaan, puluhan warga binaan mendapatkan kesempatan istimewa untuk menyapa keluarga melalui program Jumat Berkah yang diwujudkan lewat pembagian voucher Warung Telekomunikasi Khusus (Wartelsus) secara gratis.
Program tersebut menjadi salah satu bentuk pendekatan humanis yang terus dikembangkan Lapas Serang dalam mendukung proses pembinaan warga binaan.
Melalui fasilitas komunikasi resmi itu, para warga binaan dapat menghubungi keluarga dan kerabat yang berada di luar lapas.
Bagi sebagian warga binaan, kesempatan mendengar suara orang tua, pasangan, maupun anak-anak menjadi momen yang sarat makna.
Komunikasi yang terjalin dinilai mampu menghadirkan dukungan moral sekaligus menjaga ikatan emosional selama menjalani masa pidana.
Kepala Lapas Kelas IIA Serang, Riko Stiven, mengatakan hubungan keluarga merupakan salah satu faktor penting dalam keberhasilan proses pembinaan.
“Melalui program Jumat Berkah ini, kami ingin memastikan warga binaan tetap memiliki ruang untuk menjaga komunikasi dengan keluarga. Dukungan keluarga sangat berpengaruh terhadap motivasi dan semangat mereka dalam mengikuti proses pembinaan,” kata Riko dalam keterangannya.
Menurut dia, pemasyarakatan modern tidak hanya berorientasi pada aspek keamanan, tetapi juga harus mampu menghadirkan layanan yang memperhatikan sisi kemanusiaan.
Riko menilai komunikasi yang sehat dengan keluarga dapat membantu warga binaan menjaga kondisi psikologis, meningkatkan optimisme, dan mempersiapkan diri untuk kembali ke tengah masyarakat setelah menyelesaikan masa pidana.
“Kami percaya bahwa keluarga adalah sistem pendukung utama dalam proses perubahan perilaku. Ketika hubungan itu tetap terjaga, peluang keberhasilan reintegrasi sosial akan semakin besar,” ujarnya.
Program pembagian voucher Wartelsus tersebut mendapat sambutan positif dari warga binaan.
Sejumlah peserta tampak antusias memanfaatkan kesempatan itu untuk menyampaikan kabar dan mendengar perkembangan keluarga mereka.
Selain menghadirkan kebahagiaan sederhana, momen tersebut juga menjadi pengingat bahwa harapan dan kasih sayang keluarga tetap dapat menjangkau siapa pun, termasuk mereka yang sedang menjalani pembinaan di balik tembok pemasyarakatan.
Lapas Serang menyebut program serupa akan terus dikembangkan sebagai bagian dari komitmen menghadirkan sistem pemasyarakatan yang lebih humanis, adaptif, dan berorientasi pada pemulihan sosial.
Melalui berbagai inovasi pembinaan, Lapas Serang berharap warga binaan tidak hanya menjalani masa pidana, tetapi juga memperoleh bekal moral dan sosial yang kuat untuk memulai kehidupan baru setelah kembali ke masyarakat. (GMO)












