Cilegon, VertaNews.com – Semangat Hari Lahir Pancasila 2026 tidak hanya terasa di ruang-ruang pemerintahan dan institusi publik.
Dari balik tembok Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Cilegon, nilai-nilai kebangsaan juga digaungkan melalui upacara peringatan yang diikuti petugas dan warga binaan pemasyarakatan (WBP), Senin (1/6).
Upacara yang berlangsung di lapangan utama Lapas Cilegon tersebut digelar sebagai bagian dari upaya memperkuat implementasi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, termasuk di lingkungan pemasyarakatan.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung khidmat. Pejabat struktural, petugas, hingga warga binaan mengikuti upacara dengan tertib sebagai bentuk penghormatan terhadap dasar negara sekaligus refleksi atas pentingnya menjaga persatuan di tengah keberagaman.
Kepala Lapas Kelas IIA Cilegon Raja Muhammad Ismael yang bertindak sebagai inspektur upacara menegaskan bahwa Pancasila harus menjadi pedoman hidup yang diwujudkan melalui tindakan nyata, bukan sekadar slogan atau hafalan.
“Nilai-nilai Pancasila harus hadir dalam setiap perilaku dan tindakan kita. Momentum Hari Lahir Pancasila menjadi pengingat bahwa persatuan, gotong royong, toleransi, dan rasa cinta tanah air harus terus dijaga serta diamalkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Raja dalam pidatonya.
Menurut dia, pembinaan di dalam lapas tidak hanya berfokus pada aspek hukum dan kedisiplinan, tetapi juga penguatan karakter kebangsaan yang menjadi bekal penting bagi warga binaan saat kembali ke masyarakat.
Ia mengatakan nilai-nilai seperti tanggung jawab, penghormatan terhadap sesama, serta semangat persatuan menjadi bagian dari proses pembinaan yang terus ditanamkan kepada warga binaan selama menjalani masa pidana.
Peringatan Hari Lahir Pancasila juga menjadi ruang refleksi bagi seluruh warga binaan untuk membangun kesadaran baru tentang pentingnya hidup berdampingan, menghargai perbedaan, dan berkontribusi secara positif bagi lingkungan sekitar.
Suasana penuh semangat terlihat selama pelaksanaan upacara. Warga binaan tampak mengikuti setiap rangkaian kegiatan dengan serius dan penuh penghormatan, mencerminkan bahwa nilai-nilai nasionalisme tetap tumbuh di lingkungan pemasyarakatan.
Pihak lapas berharap momentum Hari Lahir Pancasila dapat semakin memperkuat semangat kebangsaan di kalangan warga binaan maupun petugas, sekaligus mendukung terciptanya lingkungan pemasyarakatan yang aman, tertib, dan humanis.
Melalui penguatan nilai-nilai Pancasila, Lapas Cilegon berupaya menjadikan proses pemasyarakatan tidak hanya sebagai sarana menjalani hukuman, tetapi juga sebagai ruang pembentukan karakter agar warga binaan siap kembali ke tengah masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik, produktif, dan bertanggung jawab.












