Berita  

TNI-Polri dan BNNP Turun ke Lapas Rangkasbitung, 20 Kamar Disisir

 

Lebak, VertaNews.com – Pengawasan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Rangkasbitung, Banten, diperketat. Sebanyak 20 kamar hunian warga binaan diperiksa tim gabungan yang melibatkan TNI, Polri, dan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Banten.

 

Sidak gabungan tersebut digelar Selasa (22/9/2026). Pemeriksaan dilakukan untuk mengantisipasi masuknya barang terlarang sekaligus mendeteksi sejak dini potensi gangguan keamanan dan ketertiban di lingkungan lapas.

 

Sebelum pemeriksaan dimulai, seluruh personel mengikuti apel gabungan yang dipimpin Kepala Lapas Kelas III Rangkasbitung Raja M. Zulfikar Hirwansyah.

 

Apel diikuti jajaran Kodim 06/03 Lebak, Polres Lebak, serta unsur BNNP Banten. Awak media setempat juga turut menyaksikan kegiatan tersebut.

 

Raja mengatakan pengamanan lapas membutuhkan kerja bersama. Menurutnya, keterlibatan lintas instansi menjadi bagian penting untuk memperkuat pengawasan sekaligus memastikan pemeriksaan berjalan sesuai prosedur.

 

“Sinergi lintas instansi menjadi bagian penting dalam memperkuat deteksi dini. Kami ingin memastikan setiap potensi gangguan keamanan dapat diantisipasi sejak awal dan pengawasan berjalan secara profesional,” kata Raja.

 

Setelah apel, tim gabungan langsung melakukan pemeriksaan terhadap 20 kamar hunian warga binaan.

 

Petugas menyisir berbagai bagian kamar, termasuk barang-barang milik warga binaan. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan tidak terdapat benda yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban.

 

Hasil pemeriksaan menunjukkan tidak ditemukan telepon genggam, narkoba, maupun barang terlarang lainnya.

 

Raja menyebut hasil tersebut menjadi bagian dari komitmen Lapas Rangkasbitung menjaga lingkungan pemasyarakatan tetap aman sekaligus konsisten menjalankan program Zero Halinar.

 

“Kami terus menjaga komitmen Zero Halinar. Pemeriksaan ini bukan hanya mencari barang terlarang, tetapi juga memastikan lingkungan lapas tetap kondusif sehingga proses pembinaan warga binaan dapat berjalan dengan baik,” ujarnya.

 

Sidak gabungan tersebut juga menjadi ruang memperkuat koordinasi antara Lapas Rangkasbitung dengan aparat penegak hukum dan instansi terkait.

 

Menurut Raja, pengawasan tidak cukup dilakukan sesekali. Deteksi dini perlu menjadi bagian dari langkah berkelanjutan untuk menjaga keamanan lingkungan lapas.

 

“Keamanan dan ketertiban harus dijaga secara bersama-sama dan berkelanjutan. Karena itu, koordinasi dengan TNI, Polri, BNNP, serta instansi terkait akan terus kami perkuat,” tuturnya.

 

Seluruh rangkaian pemeriksaan berlangsung aman, tertib, dan lancar.

 

Hasil nihil temuan narkoba maupun telepon genggam ilegal menjadi catatan dari pemeriksaan kali ini. Namun bagi Lapas Rangkasbitung, pengawasan tetap berjalan. Sebab, menjaga lapas tetap bersih dari barang terlarang bukan pekerjaan satu malam, melainkan komitmen yang harus terus dirawat. (GMO)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *