Depok, VertaNews.com – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Depok terus mengembangkan program pembinaan berbasis seni bagi warga binaan.
Salah satunya melalui kegiatan latihan musik keroncong yang digelar di Aula Gedung III Rutan Depok, Senin (1/6).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya pembinaan kepribadian dan pengembangan keterampilan warga binaan melalui seni dan budaya.
Selain menjadi ruang ekspresi, latihan musik juga diarahkan untuk membangun karakter, kedisiplinan, dan rasa percaya diri.
Latihan keroncong diikuti oleh warga binaan yang tergabung dalam kelompok musik The Rudstik, sebuah grup musik binaan yang selama ini aktif mengembangkan kemampuan bermusik di lingkungan Rutan Depok.
Kegiatan itu turut dihadiri Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan (Ka.KPR) Bogi Nurseto dan Kepala Subseksi Bantuan Hukum dan Penyuluhan Michael Millendiannuary Rahardjo sebagai bentuk dukungan terhadap program pembinaan yang berorientasi pada pengembangan potensi warga binaan.
Dalam latihan tersebut, peserta mendapatkan pendampingan langsung dari pelatih musik keroncong.
Mereka tidak hanya mempelajari teknik bermain alat musik dan olah vokal, tetapi juga dilatih membangun kekompakan serta kemampuan bekerja sama dalam sebuah kelompok.
Kepala Rutan Kelas I Depok, Agung Nurbani, mengatakan pembinaan melalui seni merupakan bagian penting dari proses pemasyarakatan yang bertujuan membentuk warga binaan menjadi pribadi yang lebih produktif dan siap kembali ke masyarakat.
“Melalui kegiatan musik keroncong ini, kami ingin memberikan ruang bagi warga binaan untuk mengembangkan bakat dan kreativitas yang mereka miliki. Seni dapat menjadi sarana positif untuk membangun kepercayaan diri sekaligus menumbuhkan semangat perubahan,” kata Agung dalam keterangannya.
Menurut dia, pembinaan tidak hanya berfokus pada aspek kedisiplinan dan kepatuhan terhadap aturan, tetapi juga harus mampu menggali potensi yang dimiliki setiap warga binaan.
Agung menilai kegiatan seni dan budaya memiliki peran strategis dalam menciptakan suasana pembinaan yang lebih positif sekaligus membantu warga binaan mempersiapkan diri menghadapi kehidupan setelah bebas.
“Harapannya, keterampilan yang diperoleh selama mengikuti program pembinaan dapat menjadi bekal berharga ketika mereka kembali ke tengah masyarakat. Kami ingin warga binaan memiliki optimisme, kemampuan, dan kesiapan untuk menjalani kehidupan yang lebih baik,” ujarnya.
Program musik keroncong menjadi salah satu bentuk pembinaan yang terus dikembangkan Rutan Depok. Selain memberikan ruang kreativitas, kegiatan tersebut juga menjadi sarana memperkuat interaksi sosial, membangun rasa tanggung jawab, serta menanamkan nilai-nilai kebersamaan di kalangan warga binaan.
Melalui pendekatan pembinaan berbasis seni, Rutan Depok berharap proses pemasyarakatan tidak hanya berorientasi pada masa pidana yang dijalani, tetapi juga pada pembentukan karakter dan peningkatan kualitas diri warga binaan agar siap berkontribusi secara positif setelah kembali ke masyarakat. (GMO)












