Berita  

Ibu di CFD Kanjuruhan Malang Terciduk Polisi Usai Viral Eksploitasi Anak

MALANG, VertaNews.com – Indahnya suasana Car Free Day (CFD) di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang, ternoda oleh aksi memilukan yang terekam kamera. Seorang ibu tega memaksa anak kandungnya yang masih balita untuk mengemis di tengah kerumunan warga. Aksi inhumanis ini akhirnya berujung pada penangkapan pelaku oleh pihak kepolisian setelah videonya viral di media sosial pada Kamis (30/4/2026).Video yang pertama kali diunggah oleh akun Threads @rizkiyahi menunjukkan seorang anak kecil berbaju kuning keliling membawa ember sambil meminta-minta. Yang lebih miris, sang ibu—yang mengenakan kaos krem dan celana training biru—terlihat secara terang-terangan mengarahkan anaknya, bahkan menggunakan sebatang kayu sebagai alat intimidasi.Ancaman Fisik dan Pengawasan KetatDalam rekaman tersebut, terdengar suara sang ibu memerintah, “Sana lho, ke sana. Itu di sana,” sambil menunjuk arah kerumunan warga yang sedang duduk santai. Jika sang anak terlihat lambat atau enggan, ibu tersebut langsung mengancam dengan kayu yang dipegangnya.Pengunggah video menjelaskan bahwa ayah dari anak tersebut juga berada di lokasi, namun hanya memantau dari kejauhan tanpa ikut campur mencegah aksi tersebut. “Lebih parahnya lagi, bapaknya cuma mantau dari jauh. Anaknya sempat nangis, tapi langsung diam karena takut,” tulis @rizkiyahi dalam utasnya.Anak malang itu reportedly harus menuruti segala perintah ibunya demi menghindari amarah dan kemungkinan kekerasan fisik lebih lanjut.Abai Teguran Warga, Berakhir di Ujung HukumAksi memalukan ini tidak luput dari perhatian pengunjung CFD. Sejumlah warga sempat menegur sang ibu, namun ia bersikap abai dan terus memaksa anaknya mencari uang. Frustrasi dengan sikap tersebut, warga akhirnya melaporkan kejadian ini kepada petugas keamanan dan kepolisian setempat.”Alhamdulillah, kemarin sudah terciduk sama polisi setempat. Terima kasih untuk Bapak/Ibu Polisi Malang yang sigap menangani kasus ini,” ujar pengunggah video, memberikan kabar lega bagi para warganet yang geram.Warganet Geram: “Kasih Uang Justru Memperparah”Viralnya video ini memicu gelombang kemarahan di media sosial. Banyak netizen yang menyayangkan nasib anak tersebut dan mengkritik keras tindakan orang tuanya.Akun *@nuk****v* menulis dengan nada kesal, “Sebel banget waktu anaknya didorong-dorong gitu. Mending si ibu kerja bantu-bantu orang di rumah atau di warung, daripada nyiksa anak sendiri seperti itu.”Sementara itu, akun *@ri_***n* menyoroti dilema yang sering dihadapi masyarakat saat melihat anak mengemis. “Jadi serba salah. Kalau kita kasihan dan kasih uang, anak itu bakal digituin terus oleh orang tuanya. Tapi kalau kita diam dan nggak ngasih, takutnya anak itu malah dipukuli lebih parah di rumah. Harus ada intervensi negara untuk hal begini.”Senada dengan itu, akun *@ran*******i* menekankan pentingnya budaya tegur sapa. “Kalau lihat kayak gini harus dinormalisasi untuk menegur. Ini perbuatan jahat yang tidak bisa dibiarkan.”Kasus ini menjadi pengingat keras bagi masyarakat dan aparat penegak hukum untuk tetap waspada terhadap praktik eksploitasi anak, terutama di ruang publik yang ramai. Perlindungan anak bukan hanya tanggung jawab keluarga, tetapi juga kewajiban bersama untuk memastikan setiap anak tumbuh dalam lingkungan yang aman dan layak.”Setiap anak berhak atas perlindungan dari kekerasan dan eksploitasi. Memaksa anak mengemis adalah bentuk pelanggaran hak asasi manusia yang paling dasar,” tegas seorang aktivis perlindungan anak menanggapi kasus ini.Berita ini disusun berdasarkan video viral dari akun @rizkiyahi dan konfirmasi penanganan kasus oleh Polresta Malang pada tanggal 30 April 2026.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *