Berita  

Drama Kebakaran di SPBU Semarang Picu Sorotan Publik

Semarang, VertaNews.com – Insiden memilukan terjadi di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Sriwijaya, Candisari, Kota Semarang, Jawa Tengah. Sebuah sepeda motor Yamaha Fiz R milik seorang pria mendadak dilalap api sesaat setelah selesai mengisi bahan bakar jenis Pertamax dan mencoba menghidupkan mesin, Jumat (3/4/2026).

Rekaman dramatis insiden tersebut viral di media sosial setelah diunggah oleh akun TikTok @relisviano.chiko pada Minggu (5/4/2026). Video yang memperlihatkan momen motor terbakar di area pompa BBM itu memancing reaksi keras warganet, terutama terkait respons petugas SPBU dalam menangani keadaan darurat.

Api Muncul Saat Starter: Dugaan Masalah Kelistrikan

Berdasarkan keterangan saksi di lokasi, kobaran api diduga bermula dari gangguan pada sistem kelistrikan atau pengapian motor saat mesin distarter. Dalam hitungan detik, api langsung membesar dan menjalar ke seluruh bagian kendaraan.

“Saya baru saja selesai isi bensin, pas coba nyalain mesin, tiba-tiba ada percikan api dari bawah jok. Saya kaget dan langsung teriak minta tolong,” ujar pemilik motor dalam rekaman yang beredar.

Pemilik motor secepatnya meminta petugas SPBU untuk mengambil Alat Pemadam Api Ringan (APAR). Namun, respons yang diterima justru mengecewakan.

“APAR-nya Mahal, Harus Nunggu Manager Dulu”

Dalam unggahannya, korban menyampaikan kekecewaan mendalam atas penanganan petugas yang dinilai lamban.

“Saya minta tolong ambilkan APAR, tapi petugas bilang harus tunggu izin atasan dulu. Katanya, alatnya mahal, enggak bisa sembarangan dipakai. Padahal situasinya sudah darurat!” tulis akun @relisviano.chiko dengan nada frustrasi.

Akibat penundaan tersebut, korban dan sejumlah warga sekitar terpaksa berusaha memadamkan api secara mandiri menggunakan cara seadanya. Namun, api sudah terlanjur membesar.

“Nyesek banget lihat motor hangus tinggal rangka, sementara APAR baru keluar setelah semuanya terlambat. Ini soal nyawa dan keselamatan, bukan cuma soal harga alat,” tambahnya.

Petugas SPBU reportedly hanya menyarankan agar motor yang terbakar dijauhkan dari area pompa untuk mencegah risiko ledakan atau kebakaran yang lebih luas. Sayangnya, upaya itu tidak cukup untuk menyelamatkan kendaraan.

Publik Desak Transparansi dan Evaluasi Prosedur Darurat

Viralnya insiden ini memicu diskusi hangat di media sosial. Banyak warganet mempertanyakan standar prosedur tanggap darurat di SPBU, terutama terkait akses penggunaan APAR dalam situasi kritis.

“Ini kan SPBU, tempat yang rawan kebakaran. Harusnya APAR mudah diakses, enggak perlu birokrasi saat keadaan darurat. Keselamatan pelanggan harus jadi prioritas,” komentar salah satu warganet di kolom unggahan Instagram @undercover.id yang membagikan ulang kasus ini.

Hingga berita ini diturunkan, pihak manajemen SPBU Pertamina Candisari belum memberikan keterangan resmi terkait insiden tersebut. Publik pun menanti klarifikasi: apakah benar prosedur penggunaan APAR memerlukan izin atasan, dan bagaimana evaluasi ke depan agar insiden serupa tidak terulang?

Pelajaran Penting bagi Pengguna SPBU

Kasus ini menjadi pengingat krusial bagi seluruh pengguna SPBU untuk:

  • Memastikan kondisi kelistrikan kendaraan dalam keadaan baik sebelum mengisi BBM;
  • Tidak menyalakan mesin atau perangkat elektronik saat proses pengisian berlangsung;
  • Segera menjauh dari area pompa jika mencium bau aneh atau melihat percikan api.

Di sisi lain, insiden ini juga menjadi momentum bagi pengelola SPBU untuk meninjau ulang protokol tanggap darurat termasuk kemudahan akses APAR dan pelatihan petugas dalam situasi kritis.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *