Berita  

Mainan Datang, Anak Telah Tiada: Kisah Haru Paket untuk Mas Brian Bikin Warganet Tersentuh

Solo, VertaNews.com – Sebuah video mengharukan yang beredar luas di media sosial menyita perhatian publik. Rekaman tersebut memperlihatkan momen seorang kurir yang mengantarkan paket berisi mainan ke sebuah rumah, tanpa menyadari bahwa paket itu datang di waktu yang begitu memilukan bagi sang penerima.

Dalam video yang viral itu, diketahui bahwa mainan tersebut dipesan oleh orang tua untuk sang anak, Mas Brian, yang saat itu tengah menjalani perawatan di rumah sakit di Solo. Harapannya sederhana—mainan itu menjadi penyemangat saat sang buah hati pulang ke rumah.

“Waktu itu kami pesan mainan supaya dia punya sesuatu yang bikin semangat setelah pulang dari rumah sakit,” ungkap pihak keluarga dalam keterangan video, Sabtu (4/4/2026).

Namun takdir berkata lain. Ketika paket berisi mainan seperti mobil remote, pensil warna, dan permainan lainnya tiba, Mas Brian telah lebih dulu berpulang.

“Mainannya sudah sampai, tapi anaknya sudah pergi. Kami hanya bisa ikhlas,” ujar sang ayah dengan nada penuh haru.

Kurir yang mengantarkan paket tersebut sempat menyarankan agar barang dikembalikan ke penjual. Namun, keluarga memilih tetap menerima dan membayar seluruh pesanan.

“Tidak usah dikembalikan. Kami anggap ini memang sudah jadi bagian dari kenangan untuk anak kami,” kata ayah Brian.

Dalam video lanjutan yang juga diunggah, terlihat mainan-mainan tersebut kemudian dibagikan kepada teman-teman sekolah mendiang. Hal itu dilakukan untuk mewujudkan keinginan Mas Brian semasa hidup.

“Dia pernah bilang, kalau sudah masuk sekolah lagi, ingin berbagi mainan dengan teman-temannya,” tutur keluarga.

Aksi sederhana penuh makna itu pun mengundang gelombang simpati dari warganet. Video tersebut telah ditonton ratusan ribu kali dan dipenuhi ribuan tanda suka serta ratusan komentar yang ikut merasakan duka mendalam.

“Kurirnya sampai terdiam, mungkin ikut merasakan kehilangan itu,” tulis salah satu warganet.

Komentar lain juga datang dari pengguna yang mengaku memiliki pengalaman serupa. “Saya pernah di posisi itu, paket datang saat anak sudah tidak ada. Rasanya hancur,” ungkap warganet lainnya.

Kisah ini menjadi pengingat bahwa rencana manusia tak selalu sejalan dengan takdir. Namun, di balik duka yang mendalam, terselip ketulusan dan cinta orang tua yang tak lekang oleh waktu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *