Dr. Ronny Wongkar, MA, Pemilik Tinoor dan Ketua RW yang Dikenang karena Kebaikan, Berpulang

Dr. Ronny Wongkar, MA, Pemilik Tinoor dan Ketua RW yang Dikenang karena Kebaikan, Berpulang

JAKARTA, 30 Oktober 2026 — Kabar duka datang dari keluarga besar Wongkar–Muntu. Dr. Ronny Wongkar, MA, pemilik Rumah Makan Tinoor sekaligus Ketua RW di lingkungan tempat tinggalnya di kawasan Gondangdia, Jakarta Pusat, berpulang pada Selasa, 27 Oktober 2026, dalam usia 76 tahun.
Almarhum lahir pada 9 Juli 1950 dan dikenal tidak hanya sebagai sosok yang membangun usaha kuliner khas Manado, tetapi juga sebagai pribadi yang aktif melayani masyarakat di lingkungan tempat tinggalnya.

Selama menjalankan amanah sebagai Ketua RW, Ronny dikenal warga sebagai sosok yang terbuka dan peduli terhadap persoalan lingkungan. Sejumlah warga mengenangnya sebagai pribadi yang ringan tangan membantu mereka yang sedang menghadapi kesulitan.
Bagi keluarga dan masyarakat yang mengenalnya, kepedulian tersebut menjadi salah satu warisan terpenting yang ditinggalkan almarhum.
“Kalau ada kesulitan, Bapak Ronny selalu ada. Rumahnya selalu terbuka, hatinya selalu luas,” demikian kesaksian warga yang mengenal sosok almarhum.
Membangun Tinoor Bersama Keluarga
Nama Dr. Ronny Wongkar juga melekat dengan Rumah Makan Tinoor di Jalan RP. Soeroso No. 33A, Cikini–Gondangdia, Jakarta Pusat.

Bersama sang istri, Youke Muntu, dan putranya, Gerry Wongkar, Ronny membangun Tinoor menjadi salah satu tempat yang memperkenalkan cita rasa masakan khas Manado kepada masyarakat Jakarta.
Bagi keluarga, perjalanan Tinoor tidak hanya berbicara mengenai bisnis kuliner. Tempat tersebut juga menjadi ruang perjumpaan berbagai kalangan, tempat pelanggan dan sahabat dapat berkumpul dalam suasana kekeluargaan.
Nilai keramahan dan kepedulian yang selama ini dibangun Ronny menjadi bagian dari warisan yang kini diteruskan oleh keluarganya.

Kesaksian Sang Istri
Dalam ibadah penghiburan yang digelar di Rumah Duka Carolus, Salemba, Jakarta Pusat, Rabu, 28 Oktober 2026, Youke Muntu mengenang perjuangannya mendampingi sang suami selama sekitar dua setengah tahun setelah Ronny mengalami stroke.
“Selama sekitar 2,5 tahun saya ditugaskan Tuhan Yesus Kristus untuk merawat suami yang terserang stroke. Selama itu pula, sembari mengurus usaha, saya perhatikan roh yang tinggal itu bukan kendor, tapi bernyala-nyala. Dan, sepertinya ingin melayani Tuhan di saat kekuatan tubuhnya melemah,” ujar Youke.

Kesaksian tersebut menggambarkan bagaimana Ronny tetap berusaha menjaga semangat pelayanan dan kepeduliannya meskipun kondisi fisiknya mengalami keterbatasan.
Dihadiri Keluarga, Sahabat dan Tokoh Masyarakat
Sejumlah sahabat, tokoh masyarakat, komunitas, serta warga hadir memberikan penghormatan terakhir kepada almarhum.
Oke F. Supit bersama komunitas PD Regatta FAM turut hadir di rumah duka. Mantan Menteri dan tokoh bangsa, Dr. Drs. Theo L. Sambuaga, MIPP, juga hadir memberikan penghormatan terakhir kepada almarhum.

Kehadiran berbagai kalangan tersebut menjadi bagian dari penghormatan kepada Ronny yang selama hidupnya dikenal memiliki hubungan luas dengan masyarakat dan berbagai komunitas.
Almarhum kemudian dimakamkan di TPU Menteng Pulo, Jakarta Selatan, pada Kamis, 29 Oktober 2026.
Warisan yang Lebih dari Sekadar Usaha
Kini, tongkat estafet keluarga dan usaha Tinoor diteruskan oleh Gerry Wongkar.
Bagi keluarga, warisan Ronny bukan hanya berupa usaha yang telah dibangun selama puluhan tahun, tetapi juga nilai kehidupan yang selama ini ia pegang: kejujuran, kepedulian terhadap sesama, kemurahan hati, serta semangat untuk melayani masyarakat.
Salah satu ayat yang menjadi pegangan hidup almarhum adalah 2 Timotius 4:7:
“Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mengemasi garis akhir yang telah dipercayakan kepadaku, memelihara iman.”
Ayat tersebut menjadi refleksi keluarga dalam mengenang perjalanan hidup Ronny.

Kepergian Ronny meninggalkan duka bagi keluarga, warga, sahabat, serta orang-orang yang pernah berinteraksi dengannya. Namun, keluarga berharap nilai-nilai kebaikan yang selama ini ditanamkan almarhum dapat terus dilanjutkan.

Rumah Makan Tinoor pun diharapkan tetap menjadi bagian dari warisan keluarga sekaligus ruang yang mempertahankan nilai keramahan dan kebersamaan yang selama ini menjadi bagian dari perjalanan Ronny Wongkar.
Selamat jalan, Dr. Ronny Wongkar, MA.
Semoga keluarga yang ditinggalkan, khususnya Youke Muntu, Gerry Wongkar, dan seluruh keluarga besar Wongkar–Muntu, diberikan kekuatan serta penghiburan.

Kebaikan yang telah ditaburkan semasa hidup akan terus menjadi kenangan dan teladan bagi mereka yang pernah mengenalnya.
Beristirahatlah dalam damai.
Kontak:
Rumah Makan Tinoor
Jl. RP. Soeroso No. 33A, Cikini–Gondangdia, Jakarta Pusat
Telp. (021) 3162247
Tentu. Saya buatkan dalam format rilis media yang siap dikirim ke redaksi, dengan nuansa duka, human interest, dan tetap jurnalistik.

Penulisan

SIARAN PERS

Dr. Ronny Wongkar, MA, Pemilik Tinoor dan Ketua RW yang Dikenang karena Kebaikan, Berpulang

JAKARTA, 30 Oktober 2026 — Kabar duka datang dari keluarga besar Wongkar–Muntu. Dr. Ronny Wongkar, MA, pemilik Rumah Makan Tinoor sekaligus Ketua RW di lingkungan tempat tinggalnya di kawasan Gondangdia, Jakarta Pusat, berpulang pada Selasa, 27 Oktober 2026, dalam usia 76 tahun.

Almarhum lahir pada 9 Juli 1950 dan dikenal tidak hanya sebagai sosok yang membangun usaha kuliner khas Manado, tetapi juga sebagai pribadi yang aktif melayani masyarakat di lingkungan tempat tinggalnya.

Selama menjalankan amanah sebagai Ketua RW, Ronny dikenal warga sebagai sosok yang terbuka dan peduli terhadap persoalan lingkungan. Sejumlah warga mengenangnya sebagai pribadi yang ringan tangan membantu mereka yang sedang menghadapi kesulitan.

Bagi keluarga dan masyarakat yang mengenalnya, kepedulian tersebut menjadi salah satu warisan terpenting yang ditinggalkan almarhum.

“Kalau ada kesulitan, Bapak Ronny selalu ada. Rumahnya selalu terbuka, hatinya selalu luas,” demikian kesaksian warga yang mengenal sosok almarhum.

Membangun Tinoor Bersama Keluarga

Nama Dr. Ronny Wongkar juga melekat dengan Rumah Makan Tinoor di Jalan RP. Soeroso No. 33A, Cikini–Gondangdia, Jakarta Pusat.

Bersama sang istri, Youke Muntu, dan putranya, Gerry Wongkar, Ronny membangun Tinoor menjadi salah satu tempat yang memperkenalkan cita rasa masakan khas Manado kepada masyarakat Jakarta.

Bagi keluarga, perjalanan Tinoor tidak hanya berbicara mengenai bisnis kuliner. Tempat tersebut juga menjadi ruang perjumpaan berbagai kalangan, tempat pelanggan dan sahabat dapat berkumpul dalam suasana kekeluargaan.

Nilai keramahan dan kepedulian yang selama ini dibangun Ronny menjadi bagian dari warisan yang kini diteruskan oleh keluarganya.

Kesaksian Sang Istri

Dalam ibadah penghiburan yang digelar di Rumah Duka Carolus, Salemba, Jakarta Pusat, Rabu, 28 Oktober 2026, Youke Muntu mengenang perjuangannya mendampingi sang suami selama sekitar dua setengah tahun setelah Ronny mengalami stroke.

“Selama sekitar 2,5 tahun saya ditugaskan Tuhan Yesus Kristus untuk merawat suami yang terserang stroke. Selama itu pula, sembari mengurus usaha, saya perhatikan roh yang tinggal itu bukan kendor, tapi bernyala-nyala. Dan, sepertinya ingin melayani Tuhan di saat kekuatan tubuhnya melemah,” ujar Youke.

Kesaksian tersebut menggambarkan bagaimana Ronny tetap berusaha menjaga semangat pelayanan dan kepeduliannya meskipun kondisi fisiknya mengalami keterbatasan.

Dihadiri Keluarga, Sahabat dan Tokoh Masyarakat

Sejumlah sahabat, tokoh masyarakat, komunitas, serta warga hadir memberikan penghormatan terakhir kepada almarhum.

Oke F. Supit bersama komunitas PD Regatta FAM turut hadir di rumah duka. Mantan Menteri dan tokoh bangsa, Dr. Drs. Theo L. Sambuaga, MIPP, juga hadir memberikan penghormatan terakhir kepada almarhum.

Kehadiran berbagai kalangan tersebut menjadi bagian dari penghormatan kepada Ronny yang selama hidupnya dikenal memiliki hubungan luas dengan masyarakat dan berbagai komunitas.

Almarhum kemudian dimakamkan di TPU Menteng Pulo, Jakarta Selatan, pada Kamis, 29 Oktober 2026.

Warisan yang Lebih dari Sekadar Usaha

Kini, tongkat estafet keluarga dan usaha Tinoor diteruskan oleh Gerry Wongkar.

Bagi keluarga, warisan Ronny bukan hanya berupa usaha yang telah dibangun selama puluhan tahun, tetapi juga nilai kehidupan yang selama ini ia pegang: kejujuran, kepedulian terhadap sesama, kemurahan hati, serta semangat untuk melayani masyarakat.

Salah satu ayat yang menjadi pegangan hidup almarhum adalah 2 Timotius 4:7:

“Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mengemasi garis akhir yang telah dipercayakan kepadaku, memelihara iman.”

Ayat tersebut menjadi refleksi keluarga dalam mengenang perjalanan hidup Ronny.

Kepergian Ronny meninggalkan duka bagi keluarga, warga, sahabat, serta orang-orang yang pernah berinteraksi dengannya. Namun, keluarga berharap nilai-nilai kebaikan yang selama ini ditanamkan almarhum dapat terus dilanjutkan.

Rumah Makan Tinoor pun diharapkan tetap menjadi bagian dari warisan keluarga sekaligus ruang yang mempertahankan nilai keramahan dan kebersamaan yang selama ini menjadi bagian dari perjalanan Ronny Wongkar.

Selamat jalan, Dr. Ronny Wongkar, MA.

Semoga keluarga yang ditinggalkan, khususnya Youke Muntu, Gerry Wongkar, dan seluruh keluarga besar Wongkar–Muntu, diberikan kekuatan serta penghiburan.

Kebaikan yang telah ditaburkan semasa hidup akan terus menjadi kenangan dan teladan bagi mereka yang pernah mengenalnya.

Beristirahatlah dalam damai.

Kontak:

Rumah Makan Tinoor

Jl. RP. Soeroso No. 33A, Cikini–Gondangdia, Jakarta Pusat

Telp. (021) 3162247

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *