Berita  

Pelancong Incar Libur Panjang 2027, 70 Kuota PASPORIA Jaktim Ludes

 

Jakarta, VertaNews.com — Kantor Imigrasi Kelas I TPI Jakarta Timur menghadirkan layanan Paspor Ceria (PASPORIA) dengan menyediakan 70 kuota layanan paspor.

 

Dari jumlah tersebut, 60 kuota diberikan melalui pendaftaran daring menggunakan M-Paspor, sedangkan 10 kuota lainnya disediakan untuk pemohon yang datang langsung atau walk-in.

 

Hasilnya, seluruh kuota tersebut terpenuhi sebelum rangkaian CFD berakhir di Wisma KEAI, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat.

 

Kondisi itu menunjukkan satu hal sederhana: bagi sebagian warga, persoalannya bukan tidak membutuhkan paspor, melainkan sulit menemukan waktu untuk mengurusnya pada hari kerja.

 

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Jakarta Timur Pungki Handoyo mengatakan layanan PASPORIA berlangsung tanpa kendala dan kuota yang disediakan dapat terpenuhi.

 

“Kuota telah terpenuhi sebelum jadwal CFD selesai. Artinya sudah memenuhi target hari ini tanpa ada kendala dan semua proses berjalan lancar,” ujar Pungki kepada Jurnalis Mitra Imigrasi dan Pemasyarakatan (JMIP), Minggu (4/10).

 

Sebelum pelayanan dibuka, petugas terlebih dahulu melakukan briefing untuk memastikan setiap tahapan berjalan tertib dan responsif.

 

Di sisi lain, suasana pelayanan tidak dibuat kaku. Petugas dan masyarakat juga mengikuti senam bersama sehingga kegiatan pelayanan menyatu dengan atmosfer CFD yang santai.

 

Bagi masyarakat yang bekerja pada hari Senin hingga Jumat, momentum seperti ini menjadi pilihan untuk menyelesaikan urusan administrasi tanpa harus mengorbankan aktivitas pekerjaan.

 

Hal itu pula yang terlihat dari sejumlah peserta CFD yang datang khusus memanfaatkan PASPORIA.

 

Sebagian pemohon mengurus paspor baru, sementara lainnya berkonsultasi mengenai paspor yang sudah dimiliki, termasuk dokumen yang masih berlaku maupun yang masa berlakunya telah berakhir.

 

Menariknya, kebutuhan paspor yang muncul dalam layanan akhir pekan tersebut tidak semuanya berkaitan dengan perjalanan dalam waktu dekat.

 

Sejumlah pemohon mulai mempersiapkan dokumen perjalanan untuk agenda ke luar negeri pada 2027.

 

Bagi para traveler, menyiapkan paspor lebih awal menjadi bagian dari persiapan sebelum menentukan perjalanan. Apalagi, rencana liburan kerap disusun jauh sebelum tanggal keberangkatan.

 

Pungki mengatakan masyarakat perlu memastikan dokumen perjalanan dalam kondisi siap sebelum digunakan.

 

“Masyarakat punya paspor tentu untuk perjalanan keluar negeri. Ini yang mereka harus mempersiapkannya jauh-jauh hari. Kita berikan juga konsultasi untuk para pemohon baru dan yang sudah lama tidak mengurus paspor,” tutur Pungki.

 

Menurut dia, layanan PASPORIA juga memberi ruang bagi masyarakat untuk mendapatkan penjelasan langsung apabila masih memiliki pertanyaan mengenai paspor.

 

Dengan demikian, layanan tersebut bukan hanya tempat mengajukan dokumen baru, tetapi juga menjadi ruang konsultasi bagi masyarakat yang ingin memastikan status dokumen perjalanan mereka.

 

Perwakilan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Jakarta, Roni Purba, turut melakukan peninjauan untuk memastikan pelayanan berjalan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

 

Roni melihat tingginya minat warga sebagai sesuatu yang wajar karena sebagian pemohon merupakan pekerja dan karyawan yang memiliki keterbatasan waktu pada hari kerja.

 

“Ini bagus ya. Mereka datang berolahraga lagi sekalian bisa mengurus paspor. Kita buka pengumuman di media sosial agar masyarakat bisa mengetahui lokasi pelayanan kita,” jelas Roni.

 

Pola pelayanan di ruang publik seperti PASPORIA memang memberikan alternatif bagi masyarakat yang kesulitan datang ke kantor imigrasi pada hari kerja. Konsep serupa juga telah diterapkan pada layanan PASPORIA di kawasan CFD lainnya untuk menjangkau warga dengan waktu yang terbatas.

 

Karena itu, keberadaan layanan paspor di tengah CFD bukan semata soal memindahkan meja pelayanan dari kantor ke ruang publik.

 

Lebih jauh, PASPORIA mempertemukan dua kebutuhan warga dalam satu waktu: menjaga kebugaran sekaligus menyiapkan dokumen untuk perjalanan.

 

Pagi yang semula hanya direncanakan untuk berlari atau bersepeda pun bisa berakhir dengan satu urusan administratif yang tuntas. (GMO)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *