Berita  

400 Warga Binaan Jalani Screening HIV, Deteksi Dini Penyakit Menular Diperketat

Serang, VertaNews.com – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Serang memperketat upaya pencegahan penyakit menular dengan menggelar screening Human Immunodeficiency Virus (HIV) terhadap 400 warga binaan.

Langkah ini menjadi bagian dari komitmen meningkatkan layanan kesehatan sekaligus memastikan lingkungan pemasyarakatan tetap aman dan sehat.

Kegiatan yang bekerja sama dengan Puskesmas Banten Girang itu dilaksanakan melalui metode Voluntary Counseling and Testing (VCT), yang meliputi penyuluhan, konseling, hingga pemeriksaan HIV secara langsung oleh tenaga kesehatan profesional.

Selain menjalani pemeriksaan, para warga binaan juga memperoleh edukasi mengenai pola penularan HIV, cara pencegahan, pentingnya perilaku hidup sehat, serta manfaat deteksi dini agar risiko penyebaran penyakit dapat ditekan.

Kepala Lapas Kelas IIA Serang, Riko Stiven, menegaskan bahwa kesehatan warga binaan merupakan bagian dari hak dasar yang wajib dipenuhi selama menjalani masa pembinaan.

“Screening HIV ini merupakan langkah nyata kami dalam memperkuat deteksi dini sekaligus memastikan setiap warga binaan mendapatkan pelayanan kesehatan yang optimal,” kata Riko, Jumat (26/6).

Pencegahan menjadi kunci utama untuk menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang sehat, aman, dan kondusif bagi seluruh penghuni maupun petugas,” ujar Riko Stiven.

Menurutnya, sinergi dengan Puskesmas Banten Girang menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di dalam lapas, sekaligus memperkuat edukasi mengenai pentingnya pencegahan penyakit menular.

Program ini juga menjadi bagian dari komitmen Lapas Kelas IIA Serang dalam mendukung kebijakan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan untuk menghadirkan layanan kesehatan yang lebih responsif, profesional, dan berkelanjutan.

Melalui pemeriksaan berkala, Lapas Serang berharap potensi penyebaran penyakit menular dapat dideteksi lebih cepat sehingga proses pembinaan warga binaan dapat berlangsung dalam lingkungan yang sehat dan produktif. (GMO)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *