Viral Perempuan Lawan Catcalling di Surabaya, Berani Tegur hingga Berujung Mediasi Polisi

Surabaya, BertaNews.com – Aksi berani seorang perempuan melawan catcalling di kawasan Putat Gede Barat VIB, Sukomanunggal, Surabaya, viral di media sosial. Video yang diunggah akun Instagram @indriyaani._ itu memperlihatkan momen saat korban menegur sekelompok pria yang diduga ker

ap mengganggunya saat melintas.

Dalam rekaman tersebut, korban tampak emosi sekaligus ketakutan saat menghadapi para pelaku. Ia mengaku sudah berulang kali menjadi sasaran catcalling setiap kali melewati lokasi tersebut bersama pacarnya.

“Saya sering lewat sini antar pacar pulang, tapi hampir setiap ada mereka, pasti ada teriakan atau godaan yang bikin tidak nyaman,” ungkap korban dalam keterangannya, Sabtu (4/4/2026).

Ia menjelaskan, awalnya situasi di lokasi tersebut biasa saja. Namun, sejak sekelompok pria yang disebutnya bapak-bapak kerap berkumpul di tempat tersebut, perlakuan tidak menyenangkan mulai sering terjadi.

“Kalau yang nongkrong anak muda sih biasa saja, tidak pernah ganggu. Tapi kalau mereka ada, hampir pasti ada catcalling,” katanya.

Situasi memanas ketika korban akhirnya memberanikan diri menegur. Alih-alih mendapat respons baik, salah satu terduga pelaku justru diduga melakukan tindakan fisik terhadap pacarnya.

“Bukannya minta maaf, malah jadi emosi dan sempat ada kontak fisik ke pacar saya. Itu yang bikin saya langsung rekam,” jelasnya.

Dalam video, korban terdengar berbicara dengan suara bergetar. Ia mengaku takut namun tetap berusaha menyuarakan keberatannya.

“Saya perempuan, jujur takut kalau lewat sini. Tolong dihargai, jangan seperti itu,” ucapnya dalam video.

Tak hanya itu, korban juga sempat mempertanyakan pernyataan pelaku yang menyarankan dirinya mencari jalan lain.

“Memangnya ini jalan milik pribadi? Saya juga punya hak untuk lewat sini,” tegasnya.

Video tersebut telah ditonton lebih dari 500 ribu kali dan memicu beragam reaksi dari warganet yang mengecam tindakan catcalling serta kekerasan yang terjadi.

Menanggapi viralnya kejadian itu, pihak kepolisian dari Polsek Sukomanunggal bersama aparat setempat segera melakukan mediasi antara kedua belah pihak.

“Yang bersangkutan sudah menyampaikan permintaan maaf dan berkomitmen tidak mengulangi perbuatannya,” ujar perwakilan kepolisian.

Pihak berwenang berharap insiden ini menjadi pelajaran bagi masyarakat agar lebih menghormati satu sama lain di ruang publik.

“Kami mengimbau agar kejadian seperti ini tidak terulang lagi dan semua pihak bisa menjaga ketertiban serta rasa aman di lingkungan,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *