Jakarta, VertaNews.com – Spekulasi mengenai kembalinya Narova Morina atau yang akrab disapa Momo ke dalam formasi band Geisha akhirnya menemukan titik terang, namun dengan sebuah syarat besar. Melalui akun Instagram pribadinya, @therealmomogeisha, pada Jumat (15/5/2026),
Momo secara terbuka menyatakan kesediaannya untuk kembali bersatu dengan mantan rekan-rekan bandnya, asalkan ada pihak yang berani mewujudkan tur konser skala besar.
Pernyataan ini muncul sebagai klarifikasi atas unggahan sebelumnya yang penuh sindiran halus. Dalam postingan terdahulu, Momo menulis,
“Namaku pernah kotor di hadapan banyak orang Namun aku hanya diam dan menjauh Sampai mereka mencium bau busuknya sendiri,” yang memicu dugaan adanya konflik internal atau rasa sakit hati terhadap masa lalunya di Geisha.
Banyak netizen yang mengaitkan curhatan tersebut dengan keinginan untuk kembali, namun Momo meluruskan bahwa postingannya bukan ditujukan secara spesifik untuk Geisha, melainkan respons umum terhadap stigma negatif.
Menanggapi banjir komentar dari penggemar yang mendesak reuni, Momo memberikan tantangan nyata kepada para promotor musik tanah air. Ia tidak sekadar berkata “ya”, tetapi menempatkan bola tanggung jawab pada ekosistem industri hiburan.
“Hi, buat yg berpikir postingan sy sebelumnya ditujukan utk geisha, itu bukan ya. Dan juga yang bilang balik lagi donk kak manggung sama2 lagi. AH….KALAU ADA YANG BERANI BUATKAN KITA TOUR SIH HAYUKLAH SAYA SIAP DIAJAK,” tulis Momo dengan nada tegas namun terbuka.
Kalimat tersebut menyiratkan bahwa Momo siap meninggalkan masa lalu jika ada wadah profesional yang menjamin keberlangsungan kolaborasi tersebut dalam format tur, bukan sekadar penampilan satu kali.
Respons terhadap pernyataan Momo datang sangat cepat, terutama dari para pemain kunci di industri musik dan hiburan Indonesia. Co-Founder Holywings, Ivan Tanjaya, yang dikenal sering mendukung event musik besar, langsung merespons dengan tawaran konkret.
“Siap merealisasikan, yuk?” tulis Ivan Tanjaya (@ivantanjaya) di kolom komentar, memberi sinyal bahwa ide tur Geisha dengan Momo memiliki potensi bisnis yang kuat dan dukungan dari pihak promotor/event organizer.
Tak kalah seru, Benny B. Kartikahadi, manajer dari band legendaris Noah, juga memberikan restunya. “Mantabb kalii ahh,” ucap Benny, menunjukkan solidaritas antar-musisi senior dan optimisme bahwa reuni tersebut akan disambut meriah oleh publik.
Pernyataan Momo ini sontak membakar imajinasi jutaan penggemar lagu-lagu hits seperti “Cinta dan Rahasia” serta “Lumpuhkan Ingatanku”. Jika tantangan ini diterima oleh promotor besar, ini bisa menjadi salah satu momen reuni paling dinanti dalam sejarah musik pop Indonesia tahun 2026.
Kini, semua mata tertuju pada para promotor musik. Apakah ada yang “berani” mengambil risiko dan merealisasikan tur impian tersebut? Seperti kata Momo, ia sudah siap. Pertanyaannya, apakah industrinya siap?












