Kendaraan Listrik Komersial Mulai Dilirik Industri Tambang, Garansi Baterai Jadi Faktor Penting

Kendaraan Listrik Komersial Mulai Dilirik Industri Tambang, Garansi Baterai Jadi Faktor Penting

JAKARTA — Perkembangan kendaraan listrik mulai membuka peluang baru di sektor industri, termasuk pertambangan. Kebutuhan terhadap kendaraan operasional yang lebih efisien mendorong para produsen dan agen pemegang merek (APM) mengembangkan teknologi yang mampu menyesuaikan karakteristik pekerjaan di lapangan.

Perwakilan JAC mengatakan kualitas kendaraan listrik komersial tidak dapat hanya dilihat dari satu aspek. Spesifikasi baterai, daya tahan, kemampuan kendaraan, hingga layanan purnajual menjadi bagian penting yang perlu diperhatikan sebelum produk digunakan dalam skala industri.

“Kalau kita lihat dari development dari principal atau ATPM, masing-masing teknologi baterai di pasar tergantung bagaimana principal membuat teknologi yang bisa mengakomodasi kebutuhan, khususnya di industri,” ujarnya.

Menurut dia, perkembangan teknologi kendaraan listrik saat ini jauh berbeda dibandingkan 15 hingga 20 tahun lalu. Perubahan tersebut membuat industri otomotif, termasuk kendaraan komersial, dituntut terus meningkatkan spesifikasi dan daya tahan produk.

Kendaraan Listrik Dinilai Mampu Tekan Biaya Operasional

Salah satu pertimbangan utama dalam penggunaan kendaraan listrik di sektor industri adalah efisiensi biaya operasional. Penggunaan energi listrik dinilai dapat memberikan penghematan yang cukup besar dibandingkan kendaraan berbahan bakar diesel.

Narasumber tersebut menyebut efisiensi penggunaan energi dapat mencapai sekitar 60 hingga 70 persen, bergantung pada pola pemakaian kendaraan dan kebutuhan operasional.

Sebagai ilustrasi, biaya bahan bakar sekitar Rp1 juta untuk kendaraan konvensional dapat ditekan menjadi sekitar Rp300 ribu apabila menggunakan kendaraan listrik dalam kondisi penggunaan yang setara.

Selain biaya energi, kendaraan listrik juga dinilai memiliki keuntungan dari sisi perawatan. Pengurangan komponen mekanis tertentu membuat kebutuhan maintenance berpotensi lebih sederhana dibandingkan kendaraan berbahan bakar konvensional.

Garansi Baterai Menjadi Jaminan bagi Pengguna

Baterai menjadi salah satu komponen yang paling mendapat perhatian dalam kendaraan listrik. Karena itu, produsen perlu memberikan kepastian mengenai usia pakai sekaligus dukungan purnajual kepada konsumen.

JAC menawarkan garansi baterai hingga delapan tahun. Perusahaan juga menyatakan akan melakukan penggantian baterai apabila performanya mengalami penurunan hingga di bawah batas yang telah ditentukan, yakni 75 persen.

“Kami cover dengan garansi baterai delapan tahun. Kendaraan komersial jarang yang memberikan garansi baterai cukup lama. Kami yakin dan optimistis dengan delapan tahun tersebut,” katanya.

Jaminan tersebut diharapkan dapat mengurangi kekhawatiran pelaku industri yang masih mempertimbangkan penggunaan kendaraan listrik untuk aktivitas dengan intensitas tinggi.

Pelatihan Pengemudi dan Mekanik Jadi Bagian Ekosistem

Peralihan menuju kendaraan listrik tidak hanya berkaitan dengan penyediaan unit dan infrastruktur pengisian daya. Edukasi bagi pengguna juga dinilai penting agar kendaraan dapat digunakan sesuai prosedur.

Principal menyiapkan pelatihan bagi pengemudi maupun mekanik. Setelah pelatihan diberikan, penggunaan kendaraan juga perlu dievaluasi untuk memastikan prosedur operasional dijalankan dengan benar.

Kolaborasi antara principal dan pengguna menjadi bagian penting dalam menjaga performa kendaraan. Salah satu bentuknya melalui program perawatan berkala atau periodical maintenance yang dilakukan secara bersama-sama.

JAC Siapkan Kendaraan Listrik untuk Berbagai Segmen

JAC menyebut produk kendaraan listrik yang dikembangkan menyasar sejumlah kebutuhan industri. Segmennya antara lain kendaraan kategori ringan, truk mini, kendaraan angkut, hingga pikap untuk mendukung berbagai aktivitas operasional.

Kendaraan pikap listrik, misalnya, dapat digunakan untuk kebutuhan pendukung seperti layanan catering, pengangkutan suku cadang, maupun aktivitas operasional lainnya.

Selain itu, tersedia pula model double cabin listrik yang ditawarkan untuk kebutuhan tertentu di sektor industri.

Dengan semakin beragamnya pilihan kendaraan, penggunaan kendaraan listrik di sektor industri dan pertambangan dinilai memiliki prospek yang terus berkembang seiring meningkatnya kebutuhan efisiensi dan tuntutan terhadap teknologi kendaraan yang lebih modern.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *