Polantas Subang Sambangi Panti Asuhan, Hibur Anak Yatim

Subang, VertaNews.com — Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, Satlantas Polres Subang memilih merayakannya dengan cara yang berbeda.

Bukan melalui seremoni semata, jajaran polisi lalu lintas turun langsung ke tengah masyarakat melalui program “Polantas Menyapa”, dengan menyalurkan bantuan sosial kepada anak-anak yatim piatu dan masyarakat yang membutuhkan.

Kegiatan yang berlangsung di sejumlah yayasan sosial dan panti asuhan di Kabupaten Subang tersebut menjadi bagian dari upaya Polri memperkuat kehadiran negara bagi kelompok masyarakat yang rentan secara sosial dan ekonomi.

Puluhan paket sembako berisi beras, minyak goreng, gula, dan kebutuhan pokok lainnya disalurkan kepada penerima manfaat, termasuk di lingkungan Yayasan Muhammadiyah Subang.

Kasatlantas Polres Subang, AKP M. Ardian Jardianto, mengatakan kegiatan tersebut merupakan implementasi nyata semangat Bhayangkara yang tidak hanya berfokus pada penegakan hukum, tetapi juga pengabdian sosial kepada masyarakat.

“Aksi ini merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap masyarakat yang membutuhkan. Kami ingin memastikan anak-anak yatim piatu merasakan kehadiran negara melalui Polri. HUT Bhayangkara bukan hanya tentang institusi, tetapi tentang bagaimana manfaat kehadiran kami benar-benar dirasakan masyarakat,” ujar Ardian, Selasa (16/6/2026).

Menurutnya, semangat pengabdian Polri harus diwujudkan melalui aksi nyata yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, terutama mereka yang membutuhkan perhatian dan dukungan.

Ia menegaskan bahwa pada usia ke-80 tahun, Polri dituntut semakin humanis, responsif, dan dekat dengan rakyat.

“Di usia Bhayangkara yang ke-80 ini, kami ingin menunjukkan bahwa Polri hadir bukan hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sahabat masyarakat. Semakin dekat dengan rakyat, semakin kuat kepercayaan yang dapat dibangun,” katanya.

Selain menyalurkan bantuan, personel Satlantas juga melakukan komunikasi sosial dengan pengurus yayasan dan para penerima manfaat.

Dialog tersebut dimanfaatkan untuk menyerap aspirasi, mendengarkan kebutuhan masyarakat, serta memperkuat hubungan emosional antara kepolisian dan warga.

Bagi Satlantas Polres Subang, interaksi langsung seperti ini menjadi bagian penting dalam membangun pelayanan publik yang lebih efektif.

“Melalui kegiatan seperti ini kami mendapatkan banyak masukan langsung dari masyarakat. Terkadang informasi yang paling penting justru diperoleh saat kami turun langsung ke lapangan dan mendengar sendiri apa yang mereka rasakan,” ungkap Ardian.

Suasana penuh kehangatan terlihat saat anak-anak panti asuhan menerima bantuan dari para personel Polantas.

Keceriaan dan senyum mereka menjadi gambaran bahwa kepedulian sosial masih menjadi bahasa universal yang mampu menyatukan berbagai lapisan masyarakat.

Dalam kesempatan itu, Ardian juga menyampaikan harapannya agar anak-anak yatim yang menerima bantuan dapat tumbuh menjadi generasi penerus bangsa yang berkarakter kuat dan memiliki semangat kebangsaan.

“Kami berharap anak-anak ini tumbuh menjadi generasi yang berakhlak baik, berpendidikan, serta memiliki kecintaan terhadap bangsa dan negara. Mereka adalah masa depan Indonesia,” ujarnya.

Sementara itu, pihak Yayasan Muhammadiyah Subang menyampaikan apresiasi atas kepedulian yang diberikan Satlantas Polres Subang.

Bantuan tersebut dinilai sangat membantu kebutuhan operasional yayasan sekaligus memberikan semangat bagi anak-anak yang berada dalam pengasuhan.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Polres Subang atas perhatian dan kepeduliannya. Bantuan ini sangat bermanfaat dan menjadi bentuk dukungan nyata bagi anak-anak yang kami bina,” ujar perwakilan Yayasan Muhammadiyah Subang.

Ke depan, Satlantas Polres Subang berkomitmen menjadikan program Polantas Menyapa sebagai agenda sosial berkelanjutan yang tidak hanya hadir di jalan raya, tetapi juga menyentuh kelompok masyarakat yang membutuhkan perhatian lebih.

Momentum HUT Bhayangkara ke-80 pun menjadi pengingat bahwa pengabdian Polri tidak berhenti pada tugas keamanan dan ketertiban, melainkan juga hadir untuk menebarkan kepedulian, memperkuat solidaritas sosial, dan membangun kepercayaan publik melalui aksi nyata. (GMO)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *