Banyuwangi, VertaNews.com – Polda Jawa Timur menyiapkan pergelaran wayang kulit semalam suntuk sebagai salah satu rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Bhayangkara. Acara yang terbuka untuk masyarakat umum itu akan digelar di Taman Blambangan, Banyuwangi, pada Sabtu malam, 13 Juni 2026.
Pagelaran budaya tersebut diperkirakan menjadi salah satu agenda yang paling dinantikan dalam perayaan HUT Bhayangkara tahun ini. Sejumlah pejabat Polda Jawa Timur, termasuk Kapolda Jatim Irjen Pol Nanang Avianto, dijadwalkan hadir menyaksikan langsung pertunjukan tersebut.
Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol Rofiq Ripto Himawan, mengatakan kegiatan itu sengaja dirancang sebagai ruang kebersamaan antara Polri dan masyarakat melalui pendekatan budaya yang dekat dengan kehidupan warga.
“Kami ingin peringatan HUT Bhayangkara tidak hanya menjadi seremoni institusi, tetapi juga menjadi momentum mempererat hubungan dengan masyarakat melalui warisan budaya yang telah hidup dan berkembang sejak lama,” ujarnya.
Ketua Panitia, Kompol Sudarsono, menambahkan bahwa persiapan terus dimatangkan agar acara berlangsung meriah dan nyaman bagi ribuan penonton yang diperkirakan hadir.
“Wayang kulit bukan sekadar hiburan, tetapi juga media yang sarat nilai pendidikan, keteladanan, dan pesan moral. Melalui kegiatan ini kami ingin ikut menjaga kelestarian budaya bangsa agar tetap dicintai generasi muda,” kata Sudarsono, Kamis, 11 Juni 2026.
Untuk menyukseskan acara tersebut, panitia melibatkan berbagai unsur dari Polresta Banyuwangi. Persiapan mencakup pembangunan panggung utama, pengaturan tamu undangan, hingga skema pengamanan dan rekayasa lalu lintas di sekitar kawasan Taman Blambangan.
Dalam pagelaran itu, masyarakat akan disuguhi penampilan dalang ternama asal Surakarta, Ki Bayu Aji. Sosok tersebut dikenal luas di kalangan pencinta wayang sebagai penerus maestro pewayangan Ki Anom Suroto.
Ki Bayu Aji akan membawakan lakon berjudul “Pendawa Bangun Praja”, sebuah kisah yang mengandung pesan tentang kepemimpinan, pembangunan, serta perjuangan mewujudkan kehidupan yang adil dan sejahtera.
Menurut Sudarsono, tema tersebut dipilih karena memiliki nilai yang selaras dengan semangat pelayanan Polri kepada masyarakat.
“Kisah yang kami angkat menggambarkan pentingnya membangun kehidupan yang harmonis dan berkeadilan. Nilai-nilai itu sejalan dengan semangat pengabdian yang terus kami dorong dalam pelayanan kepada masyarakat,” jelasnya.
Selain pertunjukan wayang kulit, panitia juga menghadirkan sejumlah seniman daerah untuk memeriahkan acara. Penampilan dari Catur Arum, Maestro Gandrung Temu Misti, hingga komedian lokal Gandu dan Pentol dijadwalkan menghibur para pengunjung sepanjang malam.
Panitia telah menyebarkan sekitar seribu undangan kepada unsur Forkopimda, kepala desa, komunitas seni, serta masyarakat umum. Untuk mengakomodasi tingginya antusiasme penonton, empat layar lebar juga akan dipasang di sejumlah titik kawasan Taman Blambangan.
“Kami mengundang seluruh masyarakat Banyuwangi dan sekitarnya untuk datang menikmati pagelaran ini bersama-sama. Kami ingin menjadikan acara ini sebagai pesta budaya yang bisa dinikmati semua kalangan,” ujar Sudarsono.
Tak hanya itu, panitia juga menyiapkan berbagai hadiah menarik yang akan diundi khusus bagi para tamu undangan yang hadir dalam pergelaran wayang kulit tersebut.












