Golkar Dorong Penguatan Ideologi Pancasila dan Kesiapan Demokrasi Digital Menuju 2029

Golkar Dorong Penguatan Ideologi Pancasila dan Kesiapan Demokrasi Digital Menuju 2029

Jakarta, 1 Juni 2026 – Partai Golkar menegaskan pentingnya menjaga dan memperkuat nilai-nilai Pancasila sebagai fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara di tengah tantangan era digital yang semakin kompleks. Komitmen tersebut dinilai menjadi bagian penting dalam mempersiapkan Indonesia menuju usia 100 tahun kemerdekaan pada 2045.
Ketua DPD Partai Golkar DKI Jakarta, Ahmed Zaki Iskandar, mengatakan Pancasila merupakan landasan utama dalam mewujudkan cita-cita bangsa menuju kesejahteraan masyarakat.

Menurutnya, perkembangan teknologi informasi dan telekomunikasi membawa tantangan baru yang perlu dihadapi bersama, terutama dalam menjaga pemahaman generasi muda terhadap nilai-nilai kebangsaan.
“Pancasila harus terus menjadi pegangan bangsa Indonesia. Di era digital saat ini banyak pengaruh dan doktrin yang dapat mengubah cara pandang generasi muda. Karena itu, kader Partai Golkar memiliki tanggung jawab untuk terus menggaungkan Pancasila sebagai dasar negara dan pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” ujar Zaki.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Badan Legislasi DPR RI, Ahmad Doli Kurnia, menyoroti peluang penerapan sistem pemungutan suara elektronik atau e-voting dalam Pemilu mendatang. Menurutnya, penggunaan teknologi digital dalam proses pemilu merupakan bagian dari modernisasi demokrasi yang berpotensi meningkatkan efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas.
Namun demikian, Doli menegaskan bahwa penerapan e-voting harus didukung oleh sejumlah prasyarat penting, mulai dari kesiapan regulasi melalui revisi Undang-Undang Pemilu, pemerataan infrastruktur internet dan listrik, peningkatan literasi digital masyarakat, hingga penguatan sistem keamanan siber.
“Digitalisasi pemilu memang dapat memberikan banyak manfaat, tetapi kita juga harus realistis melihat berbagai tantangan yang ada. Infrastruktur, budaya digital masyarakat, serta ancaman peretasan menjadi aspek yang harus dipersiapkan secara matang sebelum e-voting diterapkan secara luas,” kata Doli.

Selain membahas demokrasi digital, Doli juga menyoroti fenomena viral lagu yang dikaitkan dengan Ketua Umum Partai Golkar sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia. Menurutnya, fenomena tersebut menunjukkan tingginya perhatian publik terhadap figur dan kinerja kader Golkar.
Ia menilai popularitas yang awalnya muncul dari ruang media sosial bahkan bernuansa satire, kini berkembang menjadi perhatian positif yang memperkuat posisi Golkar dalam percakapan publik nasional.
“Dalam politik, sesuatu yang terus diperbincangkan memiliki nilai tersendiri. Yang penting adalah bagaimana popularitas tersebut dibarengi dengan kualitas kerja dan kinerja nyata yang dirasakan masyarakat,” ujarnya.

Doli menambahkan bahwa perhatian publik terhadap Bahlil tidak terlepas dari tugas strategis yang diembannya sebagai menteri, termasuk menjaga stabilitas energi nasional dan mengendalikan harga bahan bakar minyak yang menjadi tantangan di berbagai negara.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno, menilai penguatan ideologi bangsa harus menjadi agenda berkelanjutan yang melibatkan seluruh elemen masyarakat, termasuk partai politik. Menurutnya, upaya menjaga relevansi Pancasila di kalangan generasi muda merupakan bagian dari harapan masyarakat terhadap masa depan Indonesia.
“Pancasila harus terus disuarakan dan diinternalisasikan kepada generasi muda. Ini merupakan komitmen yang harus dijaga secara berkelanjutan agar ideologi bangsa tetap menjadi pijakan dalam menghadapi berbagai perubahan zaman,” kata Adi.
Melalui momentum Hari Lahir Pancasila, berbagai pandangan tersebut menunjukkan bahwa penguatan ideologi kebangsaan, kesiapan menghadapi transformasi digital, dan peningkatan kualitas demokrasi menjadi agenda penting dalam perjalanan Indonesia menuju Indonesia Emas 2045.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *