Tangerang Selatan, VertaNews.com — Di tengah berlangsungnya aksi penyampaian pendapat di kawasan Halte UIN Syarif Hidayatullah, Kapolres Tangerang Selatan AKBP Boy Jumalolo turun langsung memantau situasi sekaligus membuka ruang dialog dengan elemen mahasiswa.
Langkah tersebut menjadi sinyal kuat bahwa pengamanan aksi unjuk rasa tidak hanya berorientasi pada keamanan, tetapi juga perlindungan terhadap hak konstitusional warga negara.
Selain melakukan monitoring di lokasi aksi, AKBP Boy Jumalolo menggelar konsolidasi dan dialog bersama Ketua Keluarga Besar Mahasiswa Universitas Pamulang (UNPAM).
Pertemuan tersebut dimanfaatkan untuk menyerap aspirasi mahasiswa sekaligus memperkuat komunikasi antara kepolisian dan kalangan akademisi.
Dalam dialog yang berlangsung terbuka, kedua pihak membahas pentingnya menjaga iklim demokrasi yang sehat, aman, dan kondusif di wilayah Tangerang Selatan.
Polisi dan mahasiswa juga sepakat membangun sinergi guna mencegah potensi gangguan keamanan tanpa mengurangi kebebasan masyarakat dalam menyampaikan pendapat.
AKBP Boy Jumalolo menegaskan bahwa Polres Tangerang Selatan memiliki komitmen untuk menjamin pelaksanaan hak warga negara dalam menyampaikan aspirasi di muka umum sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan.
“Tugas kami adalah memastikan setiap warga negara dapat menyampaikan pendapat secara aman, tertib, dan terlindungi,” Boy menuturkan.
“Polri hadir bukan untuk membatasi ruang demokrasi, melainkan mengawal agar hak konstitusional masyarakat dapat terlaksana dengan baik sesuai aturan yang berlaku,” lanjutnya.
Menurutnya, pengamanan aksi demonstrasi harus dilaksanakan secara profesional, humanis, dan mengedepankan pendekatan dialogis.
Karena itu, pihaknya terus membangun komunikasi dengan berbagai kelompok masyarakat, termasuk mahasiswa, agar setiap aspirasi dapat tersampaikan secara konstruktif.
Kapolres juga menegaskan bahwa Polres Tangerang Selatan memberikan jaminan pengawalan terhadap masyarakat yang menyampaikan pendapat secara damai tanpa intimidasi maupun tindakan represif.
“Kami memastikan seluruh personel yang bertugas mengedepankan pendekatan persuasif dan humanis,” katanya.
“Kebebasan berpendapat adalah bagian dari demokrasi yang harus dijaga bersama, selama dilaksanakan sesuai koridor hukum dan tetap menghormati hak masyarakat lainnya,” Boy menjelaskan.
Dialog antara kepolisian dan mahasiswa tersebut mendapat respons positif dari peserta yang hadir.
Suasana hangat dan penuh keterbukaan menjadi momentum penting dalam memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian sekaligus membangun budaya demokrasi yang sehat di Tangerang Selatan.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya Polres Tangerang Selatan untuk menghadirkan kepolisian yang adaptif terhadap dinamika masyarakat serta mampu menjadi jembatan komunikasi antara pemerintah, aparat keamanan, dan kelompok sipil.
Dengan pendekatan dialog dan pengawalan yang humanis, Polres Tangerang Selatan berharap ruang demokrasi tetap terjaga, aspirasi masyarakat tersalurkan, dan stabilitas keamanan wilayah dapat terus dipertahankan. (GMO)












