Muhammad Daud Luncurkan MD Record, Hadirkan Lagu ‘Emang Gue Pikirin’ sebagai Antidot Mentalitas Rapuh

ARAB SAUDI, VertaNews.com – Di tengah kekhusyukan menunaikan ibadah haji di Tanah Suci, pengusaha multisektor Muhammad Daud justru menemukan momen reflektif untuk kembali menyalurkan hasrat terpendamnya: musik. Sosok yang telah mapan di industri kosmetik, travel, dan manufaktur ini resmi mengintensifkan langkahnya melalui label musik miliknya, MD Record, dengan membawa pesan-pesan kehidupan yang relevan bagi masyarakat modern.

Bagi Daud, musik bukan sekadar hiburan, melainkan medium curhat dan motivasi. Selama bertahun-tahun, ia secara diam-diam mengumpulkan ratusan karya dalam “bank lagu” pribadinya. Kini, saat berada di Arab Saudi, ia mengungkapkan bahwa salah satu karyanya yang paling personal, berjudul “Emang Gue Pikirin”, siap diperkenalkan kepada publik.

Filosofi “Emang Gue Pikirin”: Fokus pada Substansi, Bukan Omongan
Lagu ini lahir dari observasi Daud terhadap fenomena sosial di mana banyak individu kehilangan fokus akibat terlalu peduli pada penilaian orang lain. Bagi Daud, judul lagu tersebut sering disalahartikan sebagai arogansi, padahal esensinya adalah tentang manajemen energi mental.

“Lagu ini adalah cerminan realita. Kita sering habis energi hanya untuk merespons cibiran atau fitnah yang tidak membangun. Pesan ‘Emang Gue Pikirin’ bukan berarti kita tuli terhadap kritik konstruktif, tapi kita harus selektif. Jangan biarkan noise dari luar mengganggu sinyal tujuan hidup kita,” ujar Daud dalam wawancaranya dari Arab Saudi, dikutip pada Selasa (9/6/2026).

Ia menekankan bahwa bukti nyata melalui kerja keras jauh lebih bermakna daripada debat kusir di media sosial atau lingkungan sekitar. “Orang mungkin meremehkan Anda hari ini, tapi hasil kerja keras Anda akan berbicara lantang besok. Itu inti dari lagu ini,” tambahnya.

Proyek Ganda: Menyasar Realitas Sosial & Dunia Bisnis
Selain “Emang Gue Pikirin”, MD Record juga sedang mematangkan lagu kedua berjudul “Ngaku-Ngaku CEO”. Jika lagu pertama menyentuh aspek psikologis individu, lagu kedua menyasar fenomena sosial terkait gaya hidup dan pencitraan di era digital.

“Kedua lagu ini punya karakter berbeda tapi benang merahnya sama: kejujuran pada diri sendiri. ‘Ngaku-Ngaku CEO’ akan mengupas sisi humoris sekaligus kritis dari mereka yang gemar membangun citra tanpa substansi,” jelas Daud.

Meski belum merilis tanggal pasti peluncuran atau nama penyanyi yang akan menjadi wajah proyek ini, Daud memastikan bahwa proses produksi berjalan dengan standar kualitas tinggi. Ia ingin setiap nada dan lirik yang keluar dari MD Record memiliki nilai produksi yang profesional namun tetap membumi.

Visi Jangka Panjang: Musik sebagai Inspirator
Daud tidak melihat MD Record sebagai proyek sampingan semata. Dengan stok lagu yang beragam—mulai dari tema perjuangan, persahabatan, hingga motivasi bisnis—ia bercita-cita menjadikan label ini sebagai rumah bagi karya-karya yang memberikan dampak positif.

“Saya punya banyak lagu yang sudah tidur di lemari selama bertahun-tahun. Sekarang waktunya bangun. Saya ingin musik saya menjadi teman bagi mereka yang sedang lelah berjuang, menjadi pengingat bahwa setiap usaha punya jalannya masing-masing,” tutup Daud penuh harap.

Langkah Muhammad Daud ini membuktikan bahwa kreativitas tidak mengenal batas profesi. Dari ruang rapat bisnis hingga heningnya Masjidil Haram, ia terus mencari inspirasi untuk menghadirkan karya yang tidak hanya enak didengar, tetapi juga menenangkan jiwa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *